Kemenag tanda tanga

TANDA TANGAN: Kepala Kementerian Agama, Chalik Mawardi saat penandatanganan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengenai pendataan pernikahan secara online, di Aula lantai 5 Balaikota Depok (20/02/17) lalu. (Foto: Bima/Diskominfo)

depok.go.id- Sistem pendataan online untuk perubahan data kependudukan warga yang berstatus menikah, cerai dan rujuk akan mulai berlaku Maret 2017. Sistem tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok.

Kepala Kementerian Agama, Chalik Mawardi mengatakan setelah penandatanganan kerjasama pada Senin (20/02/2017). Maka Disdukcapil telah memfasilitasi peminjaman perangkat komputer untuk di 11 Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di setiap kecamatan.

“Kendala pendataan online memang terletak di perangkatnya. Alhamdulillah Disdukcapil memfasilitasi KUA dengan meminjamkan komputer untuk melakukan pelaporan online di tiap KUA yang ada di 11 kecamatan,” ungkapnya kepada depok.go.id, di Kantor Kemenag Depok.

Sebelum diberlakukan, sambungnya, ada tahapan-tahapan persiapan yang harus dilakukan. Misalnya mengatur aplikasi pada perangkat serta memberi pelatihan untuk petugas.

“Perangkat di setting terlebih dahulu oleh petugas Disdukcapil, kemudian dilakukan pelatihan petugas yang nantinya mengelola pendataan online itu,” sambungnya.

Ia berharap dengan adanya pendataan online untuk perubahan elemen data kependudukan bagi yang nikah, cerai, atau rujuk ini, masyarakat bisa lebih terbantu. Yang paling penting, penyalahgunaan status di kartu identitas penduduk (KTP) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab bisa dituntaskan.

Di tempat terpisah, Kepala Disdukcapil, H. M. Misbahul Munir membenarkan pendataan secara online untuk perubahan elemen data warga yang menikah, cerai, atau rujuk akan mulai berlaku pada Maret mendatang

“Setelah semua persiapan selesai, maka sekitar Maret sudah mulai diterapkan sistem online tersebut,” pungkasnya.

 

Penulis: Nur Afifah Putri

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :