imigrasi asing

SIAP LAYANI: Customer Care Kantor Imigrasi Kelas II Depok sedang melayani WNI yang sedang mengurus paspor. (foto: Afifah/Diskominfo)

Depok.go.id- Kesadaran masyarakat Depok untuk melengkapi dokumen permohonan ijin ke luar negeri semakin meningkat. Hal tersebut merupakan hasil dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kantor Imigrasi (Kanim) Kota Depok dalam melakukan pencegahan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin melanggar aturan.

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Depok, Sitti Halimah Daulay mengatakan angka penolakan permohonan paspor terus menurun sejak tahun 2014 hingga 2016, baik penolakan sistem maupun penolakan saat wawancara oleh petugas.

“Ada 168 permohonan yang ditolak petugas saat tahun 2015. Sedangkan di 2016 terjadi penurunan menjadi 110 pernohonan. Kemudian, kalau ditolak sistem ada 1670 saat tahun 2015 dan terjadi penurunan sebanyak 830 di 2016,” ungkapnya kepada depok.go.id, Jumat (24/02/2017).

Dikatakannya, penolakan sistem terjadi karena data pemohon sudah terekam sebelumnya. Sehingga sistem mendeteksi datanya ganda akhirnya tertolak secara otomatis.

“Ditolak sistem karena datanya ganda atau sudah terekam, berarti kan pemohon sebelumnya sudah pernah daftar sebelumnya, tetapi bilangnya belum,” ujarnya.

Sedangkan penolakan oleh petugas terjadi, karena pemohon tidak jelas dalam memberikan keterangan mengenai identitas dan tujuan ke negara yang dimaksud.

“Sedangkan kalau ditolak petugas itu karena saat di wawancara terlihat berbohong atau alasannya tidak jelas, bisa juga karena kelengkapan berkas yang kurang misalnya mau bekerja ke luar negeri, namun tidak ada surat ijin dari dinas tenaga kerja,” tambahnya.

Untuk itu, Pemkot Depok bersama Kanim akan senantiasa berupaya menindak terjadinya pemohon ijin paspor yang non prosedural. Dalam hal ini khususnya permasalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ilegal.

Penulis: Nur Afifah Putri

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :