hut depok 18depok.go.id –  Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok yang ke-18, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut perhelatan akbar tahunan tersebut. Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi, dan ingin menjadi bagian dari kesuksesan penyelenggaran HUT Kota Depok yang jatuh pada tanggal 27 April mendatang.

Tidak hanya OPD, kecamatan, kelurahan, RW hingga RT juga ikut berperan dalam menyemarakkan hari jadi Kota Depok. Tentunya dengan berbagai kegiatan menarik seperti pameran, aneka lomba, talkshow, seminar, pelatihan serta kegiatan-kegiatan lainnya.

Sebagai penyelenggara, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung sejak 23 Maret dan akan berakhir pada awal Mei 2017. Adapun kegiatan yang dilangsungkan mulai dari seminar, talkshow, ziarah ke makam pahlawan, hingga roadshow Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur).

Ketua Panitia HUT Kota Depok, Sri Utomo menuturkan, rangkaian kegiatan yang telah dilakukan yaitu talkshow tentang penanggulangan narkoba pada tanggal 5 April di Margocity, seminar penganekaragaman pangan seperti ubi dan singkong di Hotel Bumi Wiyata, Festival Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama 3 hari yaitu dari 20-22 April di Halaman Balaikota, selanjutnya 25 April tasyakuran dan kegiatan Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur).

Untuk 26 April, kata Sri Utomo, akan diadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalimulya. Sedangkan pada 27 April akan dilaksanakan upacara besar, diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat serta stakeholder. Dilanjut dengan kegiatan lomba tumpeng antar OPD, yang hasilnya dimakan bersama sebagai wujud rasa syukur atas menginjaknya usia Kota Depok yang mulai beranjak dewasa.

“Tidak hanya Pemkot Depok yang menyiapkan berbagai kegiatan, kami juga mengimbau di 11 kecamatan untuk dapat memeriahkan HUT Kota Depok dengan menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Bahkan, sampai ke tingkat RW dan RT,” ujar Sri Utomo di Balaikota, Selasa (25/04/2017).

Peringatan HUT tahun ini juga terasa lebih spesial, karena Wali Kota Depok Mohammad Idris melalui Surat Edaran Nomor 488/83/HUT-Promentasi tentang Peringatan Hari Jadi ke-18 Kota Depok Tahun 2017 mengimbau, seluruh masyarakat Depok dan segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok untuk menggunakan pakaian adat Depok atau mengenakan simbol adat Depok seperti sarung, beskap dan peci untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan pada tanggal 27 April 2017.

Dikatakannya, imbauan penggunaan pakaian adat ini merupakan yang pertama kalinya. Imbauan ini juga berlaku untuk organisasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta unit terkait.

Dengan menggunakan pakaian adat ini, diharapkan akan tumbuh rasa cinta terhadap budaya Depok sendiri, dan juga untuk memperlihatkan wajah Depok yang sebenarnya yang tergambar dari pakaian adat yang dikenakan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Dudi Mi’raz menyebut, semua persiapan itu, juga didukung pihaknya yang terus melakukan kordinasi dengan Satuan Petugas (Satgas) dan Polisi Resort Kota (Polresta) Depok agar peringatan HUT Kota Depok berjalan aman, tertib, dan tetap terkendali.

“Kami akan terus ingatkan Satgas untuk fokus dan konsentrasi, demi memperlancar rangkaian kegiatan dan upacara pokok. Kegiatan pagi kita sterilkan semua lokasi di wilayah Margonda seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan menerjunkan 3 regu, di mana satu regu terdiri dari 12 orang. Pada acara puncak, kami libatan 5 regu untuk berjaga dan mensterilkan lapangan depan agar tidak terparkir mobil maupun bus. Tujuannya agar semua ASN, stakeholder dan masyarakat bisa menikmati acara,” katanya.

Begitu pun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok yang tak mau ketinggalan mengerahkan 30-50 kekuatan personel untuk mengatur kelancaran lalu lintas dan mengawal kegiatan parade budaya pada tanggal 29 April.

“Parade budaya akan menggunakan jalur tengah, jadi tidak ada penutupan jalan, kita berbagi dengan pengguna jalan lainnya. Selain itu, kita juga akan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengamankan sepanjang Jalan Margonda. Kemacetan pasti terjadi, untuk itu kami meminta warga agar dapat menggunakan jalur alternatif lain selain Margonda di tanggal 29 April,” pungkas Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :