Pelaksanaan sosialisasi program rehabilitas BNNK Depok, di Hotel Savero, Rabu (25/04/2018). ( Dian/Diskominfo)

depok.go.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, hari ini menggelar rapat koordinasi tingkat kota dengan Perangkat Daerah (PD) dan instansi vertikal yang ada di Kota  Depok. Rapat tersebut fokus membahas terkait kebijakan strategi Pencegahan, Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaraan Gelap Narkoba (P4GN) di seluruh kalangan masyarakat, termasuk membahas program rehabilitasi untuk korban narkoba.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP Rusli Lubis mengatakan, terkait program P4GN di bidang rehabilitasi, BNN Kota Depok mengajak seluruh PD dan instansi vertikal dapat ikut mensosialisasikan pentingnya program rehabilitasi di Kota Depok. Kebijakan ini, juga untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah angka pemakai dan pencandu narkotika di wilayah.

“BNN Kota Depok, dalam bidang rehabilitasi telah  menyediakan Klinik Pratama. Yakni klinik rehabilitasi bagi para pengguna narkoba di Depok, yang telah berdiri sejak Desember 2016 lalu. Klinik Pratama dapat digunakan oleh seluruh masyarakat di Kota Depok,” ujarnya di Hotel Savero, Rabu (25/04/18).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, di tingkat Provinsi Jawa Barat,  Kota Depok adalah kota pertama yang memiliki fasilitas pelayanan rehabiitasi bagi para ‘pelapor’ (pengguna narkoba). Upaya tersebut merupakan hasil sinergitas yang baik antara BNN dengan Pemkot Depok.

“Klinik Pratama menjadi gerbang rujukan bagi para pengguna narkoba yang pembagiannya sesuai dengan tingkat pengguna narkoba. Oleh karena itu, kami perlu peran semua instansi terkait untuk ikut serta mensosialisasikannya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dalam rapat kali ini diharapakan para peserta yang hadir dapat berbagi informasi di tengah-tengah masyarakat, terkait keberadaan klinik ini. Sehingga, dapat meminimalisir angka kematian akibat narkoba.

“Bagi masyarakat jangan takut untuk melapor kepada pihak kesehatan yang ada di wilayah, maupun langsung kepada kami agar rehabilitasi segera dilaksanakan. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

 

Penulis: Dian Afrianti Kunto

Editor: Dunih

Diskominfo

 

 

Bagikan post melalui :