35 Petugas Puskesmas Dibekali Penguatan Penanganan Kekerasan Anak dan Perempuan

depok.go.id- Sebanyak 35 petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dibekali penguatan penanganan kesehatan dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Pembekalan tersebut diberikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai upaya mendukung Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA) dan rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.

“Pembekalan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dalam kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan,” tutur Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga) Dinkes Kota Depok, Eti Rohati kepada depok.go.id di aula UPT Puskesmas Cimanggis, Rabu (25/07).
Dikatakannya, pihaknya memberikan pembekalan kepada puluhan petugas Puskesmas sejalan dengan pengembangan KLA, serta pelaksanaan Puskesmas Ramah Anak. Dengan begitu, perlu adanya sejumlah strategi yang dilakukan salah satunya dengan penanganan dan pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Lebih lanjut, dalam kegiatan pembekalan yang diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 25 – 27 Juli mendatang, Dinkes menghadirkan tiga narasumber yang dapat memberikan penjelasan terkait penanganan kesehatan dalam kasus kekerasan anak dan perempuan.
Untuk hari pertama, Dinkes menghadirkan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memberikan penjelasan dan menggali kembali kebijakan dalam menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan. Selanjutnya, hari kedua dihadirkan narasumber dari Rumah Sakit Polri yang kesehariannya menangani kasus kekerasan. Tenaga kesehatan akan diberikan penjelasan terkait visum yang dilakukan rumah sakit dan bagaimana peran Puskesmas dalam menangani kasus tersebut.
Lalu, sambungnya, untuk hari ketiga akan dihadirkan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang akan memberi pembekalan sinergitas antara Puskesmas dengan masyarakat dan pihak terkait untuk penanganan kasus kekerasan tersebut. Dengan sinergitas maka diharapkan penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan akan segera terselesaikan.
“Semoga dengan penjelasan yang diberikan narasumber, semua petugas kesehatan dapat menangani kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar. Tentunya dengan kebijakan dan prosedur yang sejalan dengan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas,” tutup Eti.
Penulis : Indri Purnama
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo
Bagikan post melalui :