depok.go.id – Banyaknya remaja yang melakukan pernikahan dini atau di bawah umur membuat sebagian dari mereka mengalami kegagalan. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya pengetahuan mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan atau kerap disebut PUP.

Dalam hal ini, PUP harus diketahui para remaja yang akan memasuki jenjang pernikahan. Semua itu dilakukan guna memberikan kesadaran agar dapat merencanakan ketika ingin berkeluarga serta mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan berkeluarga.

“Menikah pada usia yang belum matang akan membawa banyak konsekuensi baik kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tutur Koordinator Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Pancoran Mas, Juminten, saat memberikan pemaparan pada Pelatihan Posyandu beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Juminten menambahkan bahwa usia minimal perkawinan yang baik bagi perempuan yaitu 20 tahun, sedangkan 25 tahun bagi laki-laki untuk melakukan pernikahan. Bila mereka menikah di bawah usia tersebut, maka harus siap menerima kegagalan, karena pernikahan dini memiliki potensi besar untuk gagal.

PUP menjadi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan. Pasalnya, perkawinan yang dilakukan pada usia yang tepat akan membawa kebahagiaan bagi keluarga dan pasangan. Selain itu, mampu menurunkan total fertily rate dalam berkeluarga.

“Pemahaman akan PUP ini harus terus disosialisasikan kepada masyarakat luas agar mereka dapat menindaklanjuti, baik kepada orang lain atau keluarganya sendiri,” tutup Juminten, seraya berpesan kepada para kader Posyandu. (Indri/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo).

Bagikan post melalui :