IMG_0218 (1)depok.go.id – Kasus diabetes dan obesitas tampak kian marak menjangkiti Indonesia. Hal tersebut disinyalir karena tidak beragamnya makanan yang dikonsumsi hingga ketergantungan masyarakat Indonesia dengan bahan pangan pokok nasi.

“Indonesia selalu tergantung pada makan nasi, sebenarnya tidak salah dengan mengonsumsi nasi namun, apabila sangat tergantung maka kebutuhan beras akan sangat besar,” ujar Kardjita dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, saat menjadi narasumber dalam acara 8-11 Show yang disiarkan secara langsung dari stasiun salah satu televisi nasional.

Menurut Kardjita, pola makan menggunakan metode B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) menempatkan nasi tidak hanya menjadi makanan utama sehari-hari. Nasi bisa diganti dengan bahan pangan pokok lainnya, seperti singkong, jagung, ubi dan lainnya, tetapi dengan tetap memperhatikan keragaman konsumsi buah dan sayuran.

Senada dengan itu, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, yang menjadi pencetus One Day Nor Rice (ODNR) mengatakan esensi dari B2SA ini bahwa setiap makanan yang dikonsumsi, jumlah kalorinya tidak boleh berlebih, namun cukup variasikan jenis lauknya.

Mindset kita harus diubah, agar makan makanan yang tidak hanya enak namun harus mengandung B2SA dan lebih memperhatikan jenis makanan yang kita konsumsi. Buah dan sayur harus lebih beragam, begitu pula dengan karbohidrat. Karbohidrat yang mudah dibudidayakan sebenarnya lebih kepada jagung, ubi, singkong dibandingkan dengan menanam padi,” pungkas Nur Mahmudi. (Nurul Hasanah/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo)

Bagikan post melalui :