depok.go.id – Demi meningkatkan pelayanan prima kepada pasien, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok akan mengeluarkan program baru berupa pendaftaran melalui SMS Online. Pelayanan ini rencananya akan diluncurkan pada Desember dengan menggunakan sistem kuota.

Kepala RSUD Kota Depok, dr. Dewi Damayanti, mengatakan tujuan SMS online ini adalah meminimalisir jumlah pasien yang mendaftar secara manual. Seringnya pasien datang di waktu dini hari sementara loket pendaftaran belum dibuka terkadang menyebabkan orang yang memdaftar menjadi menumpuk, sedangkan ruangan terbilang cukup kecil.

“Menghindari penumpukan, karena bisa mengganggu aktifitas dan kenyamanan di RSUD,” ujarnya.

Kecenderungan banyak pasien yang rela antre dini hari demi ingin mengambil nomor urut pertama menjadi alasan pihak RSUD mengambil langkah menyediakan SMS online ini. Kuota sengaja dibatasi karena masih dalam percobaan, berapa banyaknya kuota yang disediakan saat ini masih dalam pembahasan. Aktivasi pun cukup mudah hanya dengan mengetik daftar, lalu akan ada notifikasi nomor registrasi.

“Untuk awalnya SMS online diperuntukkan bagi pasien yang pernah berobat ke RSUD Kota Depok. Apabila sudah berjalan dengan lancar dan stabil, perkembangan berikutnya diharapkan seluruh pasien baik yang lama maupun baru dapat mendaftar melalui SMS online ini,” jelasnya.

Dewi melanjutkan, SMS online sengaja dipilih bukan secara online melalui website, karena tidak semua warga Depok mempunyai smartphone. Jadi, untuk menjangkau warga kelas menengah ke bawah pihaknya memilih secara SMS. Pemilihan provider pun akan perhatikan, agar jaringan sinyal kuat dan nomor yang mudah dihapalkan

Nantinya sistem daftar manual juga masih digunakan, karena pasti ada pasien yang memilih mendaftar secara manual, sehingga antara manual dengan online akan saling terintegrasi dengan baik.

“Kami juga akan tetap melayani pendaftaran manual seperti biasa, diharapkan dengan dua jalur pendaftaran yang akan kami berikan ini masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan RSUD Depok,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :