depok.go.id – Penyalahgunaan Narkoba makin lama jumlahnya makin meningkat. Bahkan bahaya Narkoba juga sudah masuk dunia pendidikan, salah satunya melalui kampus. 

Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Bachtiar Tambunan, memaparkan sesuai data BNN pada 2014 persentase kampus menjadi pintu masuk Narkoba mencapai angka 27 persen. Hal ini terjadi akibat belum tersusunnya kurikulum yang baik tentang bahaya Narkoba.

“Untuk mencegahnya, pihak perguruan tinggi juga harus kooperatif menyikapi bahaya Narkoba di lingkungannya,” ujar Bachtiar, beberapa waktu lalu.

Bachtiar mengatakan bahwa BNN terus menggandeng perguruan tinggi untuk mencegah bahaya peredaran Narkoba tersebut, karena dalam kampus tak hanya mahasiswa saja, tetapi dosen juga dapat menjadi target kejahatan zat adiktif ini.

Salah satu contohnya, kerjasama BNN dengan Universitas Pancasila dengan mewajibkan mahasiswa baru menjalani tes urine. Bachtiar pun mendorong kampus lain mengikuti program tersebut.

“Tidak hanya mahasiswa, bahkan jika perlu dosen juga menjalani tes yang sama,” ujarnya.

Secara garis besar, hasil Pusdikes UI dengan BNN 2014 menyebutkan penyalahguna Narkoba mencapai empat juta jiwa dengan prevalensi 2,18 persen. Rata-rata penggunanya berada dalam kelompok usia produktif, yaitu 10-59 tahun.

“Kita harus siap mencegah, memberantas dan merehabilitasi pengguna dalam menekan peredaran gelap Narkoba,” tutupnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :