Ilustrasi stop TB ( Istimewa/ Diskominfo)

depok.go.id-Berkat peran aktif Pengawas Minum Obat (PMO), penderita penyakit Tuberculosis ( TBC) di wilayah Kecamatan Beji menurun di tahun 2018. Penurunan jumlah tersebut, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Perkumpulan Pemberatasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI ) Kecamatan Beji setiap bulannya.

“Untuk tahun ini kami survei  jumlah pasien baru TBC ada sekitar 14 pasien. Di mana pada 2017 lalu ada pasien TBC baru sekitar 19 pasien,” ujar Ketua PPTI Kecamatan Beji Sri Wiharti, Minggu (25/11/2018)

Dalam menanggulangi TBC di wilayah, lanjut Sri, pihaknya memanfaatkan jejaring kader kesehatan TBC. Salah satunya ketuk pintu dalam upaya mencari pasien TBC di lokasi yang sudah dipetakan.

“Kader melakukan kunjungan ke rumah (datang ke rumah pasien yang tidak mengambil obat di Puskesmas), pemasangan spanduk, baliho, dan leaflet, penyuluhan, serta survei kontak kembali pasien post pengobatan TBC (6-12) bulan pengobatan. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan penemuan dan pengendalian penyakit TBC di wilayah Beji,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Beji Ues Suryadi, menyatakan dukungannya terhadap kader PPTI Beji yang terus berupaya menanggulangi penyakit TBC. Dirinya akan membantu mengingatkan kader dan masyarakat untuk melaporkan jika ada kasus terduga TBC di wilayahnya.

“Karena kesehatan tidak dapat jalan sendiri, kita cegah TBC bersama agar angka pasien TBC di Kecamatan Beji ini dapat turun ke depannya, sehingga Beji akan bebas dari penyakit TBC,” ucapnya.

Penulis : Dian Afrianti Kunto

Editor: Dunih

Bagikan post melalui :