IMG_0924

Penyebab penyakit HIV/AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies menjabarkan, Infeksi HIV/AIDS ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV/AIDS, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV/AIDS, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Dirinya juga menambahkan, infeksi HIV/AIDS tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan, makanan atau bertukar alat makan, berbagi toilet dan kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus HIV.

“Jadi, HIV/AIDS tidak akan menular melalui air liur sekalipun air liur tersebut sebanyak 1 liter, kecuali saat berciuman, sang penderita HIV/AIDS mengeluarkan darah,” ujar Lies saat Rakor Pembinaan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, di Aula Lantai 5 Balaikota Depok, Kamis (26/02/15).

Banyak anggapan yang salah di masyarakat mengenai penyebaran HIV/AIDS pada manusia. Walaupun HIV menyebar melalui darah dan cairan tubuh lainnya namun, tidak semua cairan tubuh dapat membawa virus HIV/AIDS.

HIV/AIDS bukan virus yang hidup di udara, air, kotoran atau tinja, ataupun air seni. HIV/AIDS tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Oleh karena itu, hubungan sosial yang normal dengan pengidap penyakit yang belum ada obatnya itu, tidak akan membuat kita tertular. (Nita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :