IMG_3644

Jumlah Bank Sampah di Kota Depok terus bertambah. Saat ini, tercatat lebih dari 400 bank sampah yang berdiri di 11 Kecamatan se Kota Depok.

Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Bank Sampah, M. Supariyono usai mengikuti penanaman 250 pohon di Terminal Jatijajar, Kamis (26/02/2015).

Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH), dari gerakan memilah sampah bisa mengurangi volume sampah di TPA Cipayung sampai 15 persen.

“Alhamdulillah, upaya memilah sampah yang dilakukan warga Depok bisa menekan sebesar 15 persen volume sampah di TPA Cipayung,” tegas Supariyono.

Wakil Ketua DPRD itu melanjutkan banyak manfaat yang didapat masyarakat dari memilah sampah ini. Selain dapat mengurangi volume sampah masyarakat, juga semakin paham akan pentingnya memilah sampah. Bahkan, sampai menambah penghasilan di salah satu RT.

“Ada di suatu RT yang pendapatannya mencapai Rp 1 juta, memang terlihat kecil tetapi setidaknya bisa membantu masyarakat menambah penghasilannya,” paparnya.

Idealnya, harus ada satu bank sampah dalam satu RT, di mana jumlah RT se Kota Depok ada sekitar 4500-5000. Baiknya, jumlah bank sampah sejumlah itu pula. Akan tetapi, saat ini baru ada sekitar 400 bank sampah yang artinya baru sekitar 10 persennya saja. Namun, dari 10 persen itu ternyata sudah dapat mengurangi volume sampah secara keseluruhan.

Senada dengan hal tersebut Kepala BLH, Wijayanto menuturkan bahwa bank sampah yang ada saat ini akan difungsikan sebagai sarana sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Wijay sangat optimis persoalan sampah di Kota Depok akan teratasi apabila masyarakat menjaga semangatnya untuk senantiasa memilah sampah mulai dari rumah.

“Kami bersama gerakan masyarakat memilah sampah berupaya terus bersinergi sehingga menghasilkan kesadaran yang meluas akan memilah sampah dimulai dari rumah tangga masing-masing,” pungkas Wijay. (Nurul H/Diskominfo)

Bagikan post melalui :