Suasana rapat koordinasi wawasan kebangsaan di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Kota Depok, Jumat (26/2/16). (Foto: Indri/ Diskominfo)

depok.go.id – Banyaknya isu yang menyimpang dari ajaran agama maupun kebangsaan baru-baru ini menjadi permasalahan yang mendalam. Pemerintah Kota Depok yang dalam hal ini sebagai unsur penting bagi kesejahteraan masyarakat akan terus melakukan pantauan dan pembinaan yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan agar hal tersebut tidak larut.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan elemen terkait untuk mengokohkan NKRI, terlebih saat ini sedang marak kasus mantan anggota Gafatar yang dipulangkan ke wilayah masing-masing,” tutur Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Taufan Abdul Fatah ditemui saat melakukan rapat koordinasi wawasan kebangsaan di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Kota Depok, Jumat (26/2/16).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 283 orang mantan anggota Gafatar sudah kembali ke Depok. Hal ini menjadi sorotan dan kemudian dilakukan koordinasi antar elemen agar dapat memperoleh solusi. Tentunya juga membantu mereka dalam meneruskan kehidupan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang turut hadir pada rapat koordinasi mengatakan bahwa ini menarik utuk dikaji lebih dalam. Tentunya harus berpedoman pada empat pilar kebangsaan yaitu NKRI, Pancasila, UUD, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Harus sering duduk bersama untuk mencari solusi terkait isu strategis yang marak terjadi, termasuk kasus Gafatar ini. Sehingga nantinya mendapatkan solusi dan di-backup melalui pembinaan wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Wakil Walikota yang baru dilantik pada 17 Februari 2016 lalu ini menambahkan bahwa hal lain juga harus diantisipasi. Seluruh elemen harus jeli dan menegakkan kebenaran yang ada. (Indri/ Ed: Olvi Destiani – Diskominfo)

Bagikan post melalui :