pelatihan olahan buah_2

Petani belimbing mendapatkan pelatihan dan praktik langsung membuat olahan dari belimbing yang difasilitasi DKPPP Kota Depok saat melakukan studi banding di Kota Malang baru-baru ini. Foto : Dok. DKPPP)


depok.go.id – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, terus merangkul petani belimbing di Kota Depok untuk bisa mandiri. Kemandirian tersebut bukan hanya dari segi produk pertanian, tapi juga diharapkan mampu  berkembang menjadi produk olahan dan bisa diterima di pasar secara luas.

“Kami serius ingin membantu petani belimbing untuk bisa mengembangkan usahanya. Tidak hanya dari hasil pertanian, namun kami berharap petani bisa mandiri dengan produk olahannya juga. Jadi tidak ada hasil tani yang terbuang,” tutur Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPPP Kota Depok, Hermin Kusmiati, di ruang kerjanya, Rabu (26/04/17).

Keseriusan ini, lanjutnya, dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang digelar DKPPP untuk petani belimbing. Seperti pelatihan, pendampingan, fasilitas alat dan pupuk, sampai kunjungan kerja (kunker) ke daerah penghasil produk tani dan olahan belimbing yang sudah diakui mancanegara.

“Belum lama ini, kami juga mengajak 10 petani belimbing untuk melakukan studi banding ke Kota Malang. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di sana sudah sangat berkembang, baik di industri pertanian, bahkan industri olahannya. Mereka telah sukses di 15 negara seperti Singapura, Malaysia, Abu Dhabi, dan Eropa,” tambahnya.

Dikatakannya, saat ini yang perlu dilakukan adalah mengubah mindset petani agar tidak melulu menjadi petani konvensional, tapi juga memiliki wirausaha. Dengan begitu, usahanya bisa dikembangkan dan tidak tergilas oleh zaman.

“Nantinya jika petani sudah bisa mandiri dengan produk pertanian sekaligus olahannya, bisa memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :