keripik pisang

Warga Kelurahan Rangkepan Jaya, Zarkasyi (39) hadirkan inovasi keripik pisang berbagai rasa. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id- Warga Kelurahan Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Zarkasyi (39) berinovasi dalam varian rasa produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Depok. Zarkasyi menciptakan aneka varian rasa untuk keripik pisang dengan label ‘Hanna’. Diantaranya rasa keju, barbeque, balado, manis, sapi panggang, coklat, jagung, original.

“Terbaru, saya berinovasi dalam varian rasa rumput laut dan pedas cabai setan level 1-10. Saya membuat produk keripik pisang ini tanpa pewarna dan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Zarkasyi kepada depok.go.id, Rabu (26/04/2017).

Lebih lanjut, Zarkasyi mengatakan, awal usaha keripik pisang Hanna, dikarenakan keputusan Zarkasyi untuk berhenti bekerja di tahun 2012. Setelah itu, muncul ide untuk membuat olahan pisang yang dapat disukai berbagai kalangan yaitu keripik pisang dengan berbagai rasa.

“Selain itu, saya melakukan pengolahan keripik pisang adalah untuk memajukan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar. Sebab, jika apa yang dilakukan bisa bermanfaat bagi orang lain sudah menjadi kepuasan tersendiri,” ucapnya.

Menurutnya, usaha keripik pisang tersebut didasari juga karena kegemaran keluarga dalam mengolah pisang ketika Hari Lebaran. Zarkasyi pun mengaku, untuk modal awal sekitar Rp. 300 ribu. Kini omzetnya bisa mencapai Rp. 1,2 juta per hari

Dikatakannya, banyak manfaat dari mengkonsumsi makanan berbahan dasar pisang. Antara lain dapat menyehatkan ginjal,  menambah sel darah merah, menjaga kesehatan otak, pencernaan yang sehat dan baik untuk jantung.

“Alhamdulillah, keripik pisang Hanna sudah bertahan hingga tiga tahun. Dan sudah mempunyai empat karyawan. Saat awal, kami hanya menggunakan dua tandan pisang. Tetapi semakin hari bertambah hingga sekarang bisa mencapai 10-15 tandan pisang per hari,” tuturnya.

Untuk harga keripik pisang Hanna, sambung Zarkasyi, dijual Rp. 40 ribu untuk yang original. Sedangkan, untuk varian rasa dijual Rp. 50 ribu. Kemudian, Zarkasyi menuturkan, pihaknya sudah sering mengikuti pelatihan UMKM yang dibuat oleh Pemerintah Kota Depok, seperti pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) sebagai syarat pengajuan P-IRT.

“Sekarang tinggal menunggu proses P-IRT saja, tinggal mengisi formulir dan mengembalikannya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok,” ujarnya.

Zarkasyi menambahkan, potensi pisang nangka sebagai bahan dasar pembuatan keripik  masih sangat sedikit, sebab dirinya masih mengambil bahan dasar pisang dari luar Kota Depok. Karena itu, Zarkasyi ingin ke depan ada sentra pertanian pisang di Depok. Agar dapat lebih memudahkan pelaku UMKM kuliner yang menggunakan bahan dasar pisang. Sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang pertanian di Kota Depok.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :