Shahnaz

Shahnaz Gunantika Mumtaz, saat menunjukan berbagai medali yang diraih. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id- Dengan ketekunan dan kesungguhan akhirnya berbuah manis. Hal tersebut dibuktikan oleh Atlet Muda Asal Kota Depok, Shahnaz Gunantika Mumtaz di arena Internasional BMX Supercross UCI C1 di Banyuwangi pada 22-23 April 2017.

Shahnaz mampu mengharumkan nama Depok setelah berhasil meraih juara pertama di ajang resmi Uni Cycliste Internationale (UCI) atau organisasi resmi sepeda dunia pada kategori Class 1 (C1).

Tim Manajer Shahnaz, Gilang Gumilang mengatakan, pertandingan yang dikuti Shahnaz merupakan event bergengsi dalam olahraga balap sepeda. Sebab poin yang diraih akan diakumulasikan sekaligus membuat pebalap sepeda dapat ikut olimpiade (khusus kelas men/women elite).

“Prestasi Shahnaz adalah impian semua pebalap sepeda,”  ujarnya kepada depok.go.id, Rabu ( 26/04/2017).

Menurutnya, tahun 2016, di ajang yang sama, Shahnaz berhasil meraih medali perak karena harus mengakui keunggulan pebalap Thailand. Kemudian di tahun 2015, di Chai Nat, Thailand, Shahnaz satu-satunya finalis di luar pebalap Thailand yang masuk final. Saat itu, pebalap dari Malaysia, Myanmar, dan Singapura rontok di babak penyisihan.

“Sayang, karena cedera dalam babak penyisihan dan harus dirawat di RS Darurat, Naz (sapaannya) yang memaksa turun di babak final bertanding kurang maksimal akibat cederanya tersebut. Naz finish ke-6. Padahal, tahun 2014, Shahnaz juara 1 di Malaysia, meraih emas dan mendapat Piala Agun Supergirl,” jelas Gilang.

Sejak usia 8 tahun,  Shahnaz telah memenangkan kejuaraan di kategori lebih tinggi untuk kelas usianya. Misalnya, selain merebut juara 1 Piala Gubernur Jabar Kahiji 2015 (usia 9 tahun), saat turun di roadbike kadet putri  (usia 13-14 tahun), Shahnaz masih merebut podium ke-3.

Kemudian, sambung Gilang, dalam event Piala Patriot Bekasi tahun lalu, Shahnaz yang masih kelas 5 SD di Tugu Ibu Depok, menjadi juara ketiga balap sepeda Cross Country untuk kategori SMA (16-18 tahun).

“Di balap sepeda, beda usia satu tahun saja sudah sangat terasa, apalagi bedanya sampai empat tahun. Jika Shahnaz masih dapat podium di kelas usia di atasnya, sangat masuk akal, jika dia menjadi putri Depok nan tak tergoyahkan selama empat tahun berturut-turut di Jawa Barat,” katanya.

Selain kategori usia, Shahnaz juga Juara pertama di ajang BMX Cross Patriot Bekasi Jawa Barat untuk kelas Boys usia 9 tahun. Shahnaz pun terkadang tak mempermasalahkan mengenai gender untuk tetap mengukir berprestasi. Lebih lanjut, Gilang menuturkan, Shahnaz tergabung di Journalist MTB – SAB Indo Industries – Priyo Susanto Bike Club (PSBC), Satharlan – FrameBike. Dikatakannya, Journalist MTB adalah kumpulan jurnalis penghobi sepeda yang juga menjadi komunitas tempat Gilang bergabung. Sementara, SAB Industries adalah perusahaan apparel lokal dengan klien internasional.

”Saat ini Shahnaz memang pebalap multidisiplin (BMX Cross, Roadbike dan Cross Country). Prestasinya sudah cukup banyak membawa nama kota Depok, baik nasional maupun internasional,” tuturnya.

 Gilang menjelaskan, setiap Shahnaz melakukan road selalu membawa nama Kota Depok. Sebab perlombaan biasanya diikuti oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten atau kota tertentu. Selama empat tahun ini Shahnaz selalu membuat nama Depok berkumandang  di Velodrom Cisangkan Cimahi Bandung.

“Mohon dukungan agar Naz dapat terus membawa harum nama Kota Depok dalam prestasi,” ucapnya.

Gilang menambahkan, sudah menjadi tugas dirinya yang menjadi Ayah Shahnaz sekaligus tim manajer untuk membawa Naz bertanding, namun besar harapannya agar Naz bisa  dikawal ISSI kabupaten/kota atau Pemerintah Kota Depok. Karena lomba Shahnaz bukan hanya lokal dan nasional, namun juga konsisten di kejuaraan internasional.

“Jadi sebagai tim manajer saya selalu tekankan kepada pebalap, jangan tanya apa yang kau dapat dari negaramu, namun apa yang sudah kau perbuat untuk negaramu. Selamat hari jadi Kota Depok ke-18, kota tercinta,” pungkasnya.

 

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :