Bapak Nawawi Napih1

TUNJUKKAN : Kepala Desa pertama Rangkepan Jaya tahun 1978-1990, Nawawi Napih menunjukkan draft tulisannya mengenai sejarah Depok menjadi kota, belum lama ini. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id- Kemajuan Kota Depok di mata Kepala Desa pertama di Rangkepan Jaya periode 1978-1990, Nawawi Napih terlihat dari akses jalan dan pendidikan yang semakin maju. Kini, semua akses sudah terasa mudah dan semakin berubah. Bahkan desa Rangkepan Jaya terus berkembang dan kini telah berubah menjadi kelurahan yang berada di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

“Selain akses pendidikan dan jalan yang semakin maju. Kini, kesempatan bagi masyarakat pun sudah semakin luas di Kota Depok,” ucap Nawawi kepada depok.go.id, di kediamannya Jalan Jalan Raya Keadilan Blok Menteng RT05, RW 08, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru , Kecamatan Pancoran Mas, Rabu (19/04/2017).

Nawawi mengatakan, dirinya ingin terus mengabdikan hidupnya untuk kemajuan Kota Depok yang genap berusia 18 tahun pada 27 April 2017. Meskipun usia Nawawi sudah menginjak 77 tahun, namun semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan di Kota Depok masih terus membara.

“Saya merasa memiliki Kota Depok, saya lahir hingga usia senja di sini (Depok). Karena itu, saya ingin selalu berbuat sesuatu yang berguna bagi warga Depok,” terangnya.

Menurutnya, saat Nawawi menjabat sebagai Kepala Desa Rangkepan Jaya di tahun 1978-1990. Dirinya dapat membantu ekonomi masyarakat dengan berbagai penyuluhan. Diantaranya penyuluhan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pertanian, penyuluhan kesehatan dan penyuluhan pembentukan wirausaha.

“Beberapa tahun lalu, saya masih ikut berperan dalam pembinaan ekonomi masyarakat. Tetapi dengan usia sekarang, saya hanya bisa menulis mengenai sejarah Kota Depok,” ujarnya.

Bercerita mengenai sejarah Kota Depok, Nawawi menuturkan, dahulu sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian. Dikatakannya, dahulu remaja saling memajukan daerahnya dengan hasil olahan pertanian. Kemudian, karena bergesernya pola bertani menjadi pola perkotaan, maka lahan pertanian semakin sempit dan bertani semakin ditinggalkan oleh masyarakat.

“Pemuda jangan ketergantungan, pemuda harus berusaha membangun daerah. Jadilah pemuda yang bermanfaat bagi daerah,” tuturnya.

Kini, sambung Nawawi, semua perubahan positif dalam pembangunan Kota Depok harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Nawawi pun berpesan, agar tidak segan bertukar pikiran dengan orangtua.

“Karena pemuda punya ilmu, orangtua punya pengalaman. Mari bersama kita bangun Kota kita,” katanya.

Lebih lanjut, Nawawi menambahkan, rasa memiliki bisa diaplikasikan dengan kerja nyata atau bagaimana setiap individu dapat saling membantu untuk membangun Kota Depok. Sebab, sekecil apapun perbuatan yang dilakukan asal dapat mensejahterakan masyarakat.

Nawawi pun berharap, agar generasi penerus dapat menumbuhkan rasa memiliki untuk kota Depok. Seperti dirinya walaupun sekecil apapun tetap ingin memberikan kontribusi kepada Kota Depok.

“Besar harapan ini, agar tulisan yang saya buat dapat dibantu pembuatan buku oleh Pemerintah Kota Depok. Agar fakta-fakta sejarah bagian dari masa lampau dapat dijadikan contoh. Sekaligus informasi yang salah dapat terkumpul dan diluruskan, sehingga buku ini segera tersusun dan bermanfaat untuk pengetahuan generasi penerus di Kota Depok,” tutupnya.

 

 

 

Penulis : Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :