IMG_5614 Jum’at (26 Juni 2015), Dinas Kesehatan Kota Depok dimana seksi Yandasru sebagai motornya, menyelenggarakan pembekalan kepada kepala puskesmas dan pemegang program kesehatan jiwa untuk melaksanakan upaya kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif masalah kesehatan jiwa dan psikososial sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa. Kepala Puskesmas dan Pemegang Program Kesehatan Jiwa mendapatkan pembekalan dari dr. Diana Papayungan Sp.KJ dengan materi kaitan dengan Deteksi dan Penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri, kemudian kebijakan dinas kesehatan Kota Depok kaitan dengan optimalisasi upaya kesehatan jiwa yang di sampaikan oleh kabid Yankesmas dr. Enny Ekasari, M.Ars, Kebijakan BPJS kaitan dengan obat-obatan yang disediakan saat PRB, dan terakhir dari Kepala Seksi POM, Imelda , S.si, Apt terkait dengan persediaan obat-obatan di Dinas Kesehatan. IMG_5632 Data tahun 2014 menunjukkan bahwa pasien dengan kasus masalah kesehatan jiwa menunjukkan di angka 3986. dengan didominasi urutan penyakit terbanyak adalah Schizophrenia dan gangguan psikotik (1887 kunjungan), Gangguan neurotik (727 kunjungan) serta epilepsi (685 kunjungan).Sehingga masalah kesehatan jiwa di Kota Depok, bukan menjadi hal yang main-main, namun layak juga untuk diperhatikan, layaknya manusia biasa, pasien dengan diagnosa masalah kejiwaan juga layak untuk hidup normal dan diperlakukan normal sehingga mereka dapat sembuh total. Dukungan keluarga yang totalitas menjadi penentu kesembuhan pasien dengan diagnosa gangguan kesehatan jiwa selain upaya medisnya adalah minum obat secara teratur. Ketersediaan obat-obatan untuk pasien gangguan jiwa di PPK Tingkat I penting untuk selalu di monitor karena, pasien dengan gangguan jiwa harus minum obat secara teratur dan tidak boleh terlambat. Dukungan ketersediaan obat ini merupakan salah satu upaya dinas kesehatan kota depok untuk mengoptimalkan upaya kesehatan jiwa, agar Kota Depok bebas dari masalah kejiwaan.

Bagikan post melalui :