Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, AKBP Rusli Lubis. (Foto: Diskominfo)

depok.go.id-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, AKBP Rusli Lubis mengatakan, generasi milenial menjadi target para pelaku kejahatan narkoba. Karena itu, penguatan dari keluarga dinilainya sangat penting, agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.

“Bisa dikatakan ada 4 dari 5 kasus yang kami tangani adalah pencandu dari generasi milenial. Maka itu, penguatan bagi milenial ini penting, bahwa keren atau gaul bisa tanpa narkoba,” ujarnya kepada depok.go.id usai menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di aula lantai 10, Gedung Dibaleka II, Rabu (26/06/2019)

Dirinya menjelaskan, Kota Depok menjadi sasaran para pengedar dari luar. Menurutnya, lokasi Depok yang strategis menjadi jalur para pelaku kejahatan untuk bertransaksi.

“Beberapa waktu lalu ada temuan sejumlah paket ganja dan sabu, itu bukan dari Depok. Tetapi, dari wilayah lain, mereka bertransaksi di Kota Depok. Temuan tersebut juga berdasarkan informasi dari masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk menggugah para milenial BNN bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok menghadirkan sosok mantan pencandu narkoba dalam peringatan HANI 2019. Dengan begitu, para milenial dapat mengambil contoh agar tidak sekali-kali menggunakan barang haram tersebut.

Sementara itu, pembicara peringatan HANI 2019, Yerry Pattinasarany, mengungkapkan apresiasi kepada Pemkot Depok dan BNN Kota Depok karena telah menggelar kegiatan HANI 2019 dengan sangat meriah. Termasuk menggunakan cara-cara baru seperti talkshow dalam mengedukasi bahaya narkoba kepada milenial.

“Saya terkena narkoba saat usia remaja. Bisa dikatakan saat itu sangat kurang perhatian orang tua dan sekitar. Saya berharap, para milenial dapat menjaga dirinya dari pengalaman hidup yang saya bagikan. Mereka beruntung bisa hidup sehat tanpa narkoba,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :