gloria

Gloria Nataprdaja Hamel saat kembali bertemu tim Paskibraka Kota Depok di Balaikota Depok, Kamis (25/8/2016)

depok.go.id – Sempat mendapat tawaran posisi pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71 di Istana Negara, dengan tegas Gloria menolak tawaran yang diajukan Presiden RI Joko Widodo dengan alasan solidaritas teman. Hal itu Ia sampaikan saat acara penyambutan 42 anggota Paskibraka 2016 di Balaikota, Kemarin (25/8/2016).

“Sebelum munculnya kasus dwi kewarganegaraan, saya sudah diumumkan untuk menjadi cadangan pembawa baki pada tugas pagi. Tawaran itu kembali datang ketika penurunan bendera, tapi karena sudah ada yang mengisi posisi itu, jadi dengan alasan solidaritas, saya tolak,” paparnya.

Siswi asal SMA Dian Didaktika Cinere itu menginformasikan, bahwa dirinya berada diposisi Gordon. Gordon adalah anggota Paskibraka yang bertugas di panggung. Pasukan ini bertugas untuk menyambut Presiden Jokowi, Ibu negara Iriana dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri saat memasuki dan keluar arena upacara.

“Jadi kayak pagar ayunya Presiden dan Wakil Presiden gitu,” paparnya.

Walau demikian, dirinya tetap bersyukur karena diikutsertakan dalam upacara penurunan bendera. Menurutnya, posisi apapun sangatlah penting.

Gloria, awalnya didiskualifikasi pada H-2 sebelum Peringatan HUT Kemerdekaan, karena dianggap sebagai warga negara Perancis. Dia tak masuk dalam tim Paskibraka yang mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Merdeka. Namun atas perintah Presiden, Gloria akhirnya ikut dalam tim Paskibraka yang menurunkan bendera sore itu.

Penulis: Vidyanita

Editor: Siti Rahma/ Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :