Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akan terus mengedepankan langkah-langkah persuasif dalam melakukan penertiban pedagang kali lima (PKL). Sebab, upaya penertiban tersebut sudah menjadi tugas Satpol PP berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 16 tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan, upaya persuasif dari Satpol PP untuk membangun kesadaran PKL yang sudah melanggar Perda Kota Depok. Terlebih, keberadaan PKL yang berdagang di jalan mengganggu aktivitas publik.

“Satpol PP lebih dulu mengutamakan pendekatan dialogis. Jadi setiap penertiban, kami berupaya membangun dialog dengan PKL. Dengan harapan mereka sadar dan tidak melanggar ketertiban umum, sehingga PKL tidak lagi berdagang di fasilitas umum”, tuturnya kepada depok.go.id, Senin (26/08/2019).

Lebih lanjut, ucap Lienda, Satpol PP Kota Depok tidak akan menertibkan PKL yang berjualan di sepanjang tempat yang tidak melanggar Perda. Sebaliknya, jika para PKL tetap melanggar aturan maka pihaknya akan tegas menertibkan mereka.

“Kami terus melakukan pemantauan kepada PKL yang melanggar aturan. Jika ada yang melanggar akan kami beri surat peringatan untuk meninggalkan lokasi tersebut,” terangnya.

Dikatakannya, dalam Perda Nomor 16 tahun 2012, Pasal 15 mengenai tertib usaha atau berjualan telah dijelaskan bahwa setiap badan atau orang dilarang berjualan di jalan, trotoar, jembatan penyebrangan orang (JPO), bantaran sungai, maupun rel kereta api. Selanjutnya, jika tetap melanggar harus siap untuk mendapatkan peringatan tertulis, pembongkaran, ataupun sanksi pidana.

“Peraturan ada untuk ditaati dan dijalankan sesuai dengan ketentuan. Jadi jika PKL tidak mau kami tertibkan, mereka harus berjualan di tempat yang sudah ada seperti pasar atau kios,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah menjalankan berbagai program untuk mengakomodir para pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Depok seperti pengadaan 1.000 kios dan rehabilitasi pasar tradisional.

Selain itu, ada juga pembinaan keahlian bagi UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM). Salah satunya pelatihan membuat website untuk peningkatan kelas PKL yang awalnya berjualan di jalan menjadi berbasis teknologi digital (startup). Karena itu, Pemkot Depok harap pelaku UMKM dan IKM Kota Depok dapat memanfaatkan semua sarana dan prasarana yang sudah disiapkan dengan optimal ini.

Penulis : Indri Purnama

Editor : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :