Sekretaris Komisi D DPRD Depok, T. Farida Rachmayanti bersama salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Limo. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id – DPRD Kota Depok mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atas upaya  peningkatan predikat Kota Layak Anak (KLA) setiap tahunnya. Sejumlah upaya yang dilakukan Pemkot Depok dinilai positif karena mengalami kemajuan yang semakin baik.

Sekretaris Komisi D DPRD Depok, T. Farida Rachmayanti mengatakan, dalam setiap langkah pemerintah mewujudkan KLA selalu beriringan antara infrastruktur dengan tindakan preventif, promotif serta advokasinya. Hal itu menandakan Pemkot serius ingin meraih KLA di Depok.

“Hal itu juga terbukti dengan komitmen Wali Kota Depok, Mohammad Idris dengan membuat layanan pro anak. Seperti Taman Penitipan Anak (TPA) dan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga, serta Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), ucap Farida, sapaannya, saat menghadiri Lomba Kecamatan Layak Anak 2018 tingkat Kota di aula Kecamatan Limo, belum lama ini.

Bahkan, lanjutnya, Pemkot Depok juga memiliki kebijakan satu taman di setiap kelurahan. Menurutnya, sudah 30 persen kelurahan di Depok sudah memiliki taman dan layak anak.

Lebih lanjut, sambung Farida, DPRD bersama pemerintah terus berkolaborasi untuk mewujudkan KLA di Depok. Dukungan itu ditunjukkan melalui anggaran yang juga disepakati oleh DPRD. Tak hanya itu, ujarnya, diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan KLA merupakan iniasisi dari DPRD.

“Kami mendorong suatu kota yang kondusif secara infrastruktur untuk mengakomodir kebutuhan anak. Ke depan kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan pendestrian di jalan utama di Kota Depok. Selain itu juga dengan pemanfaatan Taman Hutan Raya di Pancoran Mas sebagai lokasi rekreasi keluarga, sekaligus dengan tujuan konservasi,” terangnya.

Dirinya menambahkan, untuk mewujudkan KLA bukan hanya terpenuhinya insfrastruktur saja. Sebab, yang lebih esensi adalah dengan membangun keramahan untuk anak. Dimana semua unsur dapat memiliki sikap yang pro anak, sehingga dapat menghalau penyimpangan terhadap anak.

“Pemkot Depok sudah mulai melakukan itu dengan menggelar lomba kecamatan layak anak. Lomba itu dapat mengukur sejauhmana masyarakat memahami konsep kota dan lingkungan yang pro terhadap anak,” tandasnya.

Penulis : Janet Swastika

Editor  : Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :