P2TP2Adepok.go.id – Setelah terbentuknya kepengurusan baru yang dilantik tiga bulan lalu, hari ini Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melaksanakan workshop di Gedung Sekarpeni, Senin (26/10/2015). Dalam workshop yang bertajuk “Dengan Workshop Kita Ciptakan Profesional P2TP2A Kota Depok” ini dihadiri oleh pembina P2TP2A Kota Depok Nur Azizah Tamhid, Ketua Divisi Kemitraan, Kerjasama P2TP2A Provinsi Jawa Barat Yeni Huryani, serta perwakilan OPD yang terlibat di antaranya BPMK, Disdik, Dinkes dan lainnya.

Ketua P2TP2A Kota Depok, Resya Nur Haeti, mengatakan bahwa workshop ini bertujuan sebagai pembekalan bagi pengurus yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu. Dalam kepengurusan baru ini perlu adanya pembekalan atas dasar-dasar fungsi dari P2TP2A, baik dari segi penanganan pendampingan maupun strategi sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan P2TP2A ini.

“Makanya kami juga mengundang beberapa OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Kami perlu masukan dari mereka untuk menyamakan persepsi dan tujuan agar kami dapat berjalan berdampingan,” ujar Resya.

Resya mengungkapkan bahwa tugas pokok P2TP2A sebagai pembantu Pemkot Depok dalam memberikan perlindungan dari tindak kekerasan adalah melalui kegiatan pencegahan, penanganan serta pemberdayaan anak dan juga perempuan. Dalam tiga kegiatan ini perlu adanya kerjasama yang baik oleh segenap OPD maupun lembaga vertikal, seperti kepolisian, Kejari, pengadilan negeri, dan pengadilan agama.

“Kami tidak bergerak sendiri, perlu ada dukungan dan juga rujukan dari pihak lain,” jelasnya.

Resha yang juga seorang psikolog ini mengatakan bahwa untuk saat ini, keberadaan masyarakat sudah diketahui oleh masyarakat. Hal ini dapat terlihat dengan sudah adanya pengaduan dan laporan dari masyarakat. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke berbagai tempat, baik ke sekolah dan juga pihak kecamatan.

“Ke depannya saya menginginkan adanya perwakilan P2TP2A di tiap RW, dengan begitu kami bisa langsung mendapatkan laporan dengan cepat,” jelasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :