depok.go.id – Pemilik atau pelaku usaha diminta kooperatif dalam memberikan informasi seputar dunia usaha yang digeluti. Pasalnya, pada bulan Mei 2016 mendatang akan ada beberapa petugas yang menanyakan pertanyaan terkait usaha tersebut.

Adapun pertanyaan yang akan dilontarkan seperti nama, alamat, kegiatan dan status badan usaha, jumlah tenaga kerja, jaringan perusahaan, omset, serta prospek usaha.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Tata Djumantara, mengatakan jika pelaku usaha kooperatif dalam memberikan informasi, maka keuntungan atau manfaat juga dapat dengan mudah diperoleh.

Misalnya, untuk pelaku usaha tentunya akan mengetahui posisi dan peluang serta daya saing usaha. Lembaga pemerintah sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan serta evaluasi kegiatan. Bagi peneliti sebagai bahan penelitian ilmiah dan pengamatan bidang ekonomi. Dan bagi masyarakat tentunya akan menerima manfaat dari kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

“Contoh bagi pengusaha misalnya, jika banyak usaha serupa disuatu wilayah maka dia akan bangun strategi bisnis yang lebih akurat atau bahkan membentuk aliansi usaha sejenis sampai melakukan pengawasan dalam persaingan usahanya,” ujarnya disela kegiatan sosialisasi sensus ekonomi, di Bumi Wiyata, Kamis (26/11/15.

Tata menambahkan, jika suatu perusahaan didatangi petugas sensus ekonomi, maka terimalah dan jawab pertanyaan dengan sebenar-benarnya. Pengusaha tidak perlu khawatir, karena kerahasiaan data dilindungi undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Dengan kejujuran pemilik usaha, diharapkan terciptanya peluang-peluang usaha baru untuk menghadapi persaingan global dimasa mendatang. (Vidyanita/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo).

Bagikan post melalui :