sensus ekonomidepok.go.id – Upaya menyukseskan sensus ekonomi yang rencananya akan dilaksanakan Mei 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh pimpinan usaha, seperti sosialisasi yang sedang berlangsung di aula Hotel Bumi Wiyata, Kamis (26/11/15).

Sensus ekonomi merupakan kegiatan pendataan lengkap seluruh kegiatan ekonomi yang ada di wilayah setiap 10 tahun sekali, kecuali untuk pertanian. Tujuannya adalah sebagai landasan bagi penyusun kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan ke depan.

Adapun beberapa sektor yang didata meliputi perusahaan berupa restoran, supermaket, dan hotel. Kemudian untuk pemerintah, meliputi sekolah, rumah sakit, dan panti sosial. Selanjutnya untuk rumah tangga meliputi usaha online dan sektor non formal. Sementara untuk lembaga non profit meliputi tempat ibadah dan organisasi masyarakat (Ormas).

“Sensus ekonomi ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan 4 ribu tenaga sensus untuk Depok saja. Sensus ini bertujuan juga untuk mengetahui cara menghadapi persaingan global dan dalam rangka mempersiapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ujar Ketua BPS Kota Depok, Tata Djumantara.

Senada dengan itu, Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, yang saat itu hadir meminta kepada pimpinan dan pelaku usaha untuk kooperatif dalam memberikan informasi kepada petugas BPS.

“Sensus ekonomi ini murni sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui potensi ekonomi apa yang baik untuk tahun-tahun berikutnya. Perlu diketahui, sensus beda dengan survei jadi para pelaku usaha jangan takut, BPS hanya perlu data,” tutur Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi berharap para pimpinan lembaga maupun pengusaha dapat menyukseskan sensus ekonomi 2016 untuk menyongsong MEA. Hal ini karena Sensus Ekonomi 2016 bukan hanya milik BPS, tetapi milik bangsa Indonesia. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :