pelatihan jurnalistik_1

Asmono Wikan, Direktur Eksekutif Serikat Pekerja Surat Kabar (SPSK) sebagai Narasumber Pelatihan Jurnalistik di wisma hijau (26/11/2015).

depok.go.id – Demi lancarnya pemberian informasi kepada publik, para operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) diharuskan memiliki kemampuan menulis press release yang baik, karena operator PPID memiliki peran sangat penting, yaitu sebagai wujud komunikasi dan mediasi antara suatu lembaga pemerintah dengan publik, khususnya dengan media. Hal tersebut disampaikan oleh Asmono Wikan, Direktur Eksekutif Serikat Pekerja Surat Kabar (SPSK) yang menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan penulisan jurnalistik di Wisma Hijau, Depok, Kamis (26/11/2015).

“Mereka jelas harus paham tentang tata cara penulisan yang baik dan benar, karena press release yang mereka buat akan diolah kembali oleh media untuk selanjutnya dikonsumsi oleh masyarakat,” jelasnya.

Pemimpin Redaksi Majalah PR Indonesia ini juga mengatakan bahwa dalam penulisan press release, para operator PPID di lembaga Pemerintah Kota Depok disarankan untuk menggunakan tulisan yang tidak terlalu panjang dan berbelit. Hal ini agar masyarakat selaku pembaca mudah mencerna informasi tersebut. Selain itu, penulisan press release sebaiknya dapat dibuat dengan pola bahasa yang baik dan tidak cenderung kaku.

“Bahasa baku jelas harus dilakukan, namun kebakuan bahasa justru malah membuat tulisan menjadi kaku,” ujarnya.

Operator PPID diharapkan dapat membuat press release yang sudah mengacu kepada tata tulis sebuah media, maksudnya adalah dengan menggunakan bahasa yang sederhana namun tetap memiliki isi dan data yang berbobot. Mereka diharapkan dapat membangun sebuah ide dan gagasan, untuk kemudian menjadi pokok tujuan yang dikemas menjadi sebuah tulisan yang hidup dan komunikatif, tentunya dengan berdasakan kepada pakem jurnalistik, yaitu what,when, who, where, why dan how (5W+1H).

“Memang tiap media memiliki pakem tata bahasa yang berbeda, namun khusus untuk lembaga pemerintahan sebaiknya dapat menyesuaikan dengan media luar,” ujarnya.

Pada berita sebelumnya, 39 operator PPID Kota Depok saat ini sedang menjalani pelatihan menulis jurnalistik. Pelatihan  berlangsung selama dua hari, yaitu 25 hingga 26 November 2015, pada hari kedua ini materi yang diberikan adalah menggagas ide dan menulis kreatif serta teknik wawancara dan reportase. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Foto yang berkaitan dengan kegiatan :

pelatihan jurnalistik_3

Teknik wawancara yang langsung dipraktekkan oleh peserta pelatihan.

pelatihan jurnalistik_2

Operator PPID OPD dan Calon Pranata Humas berkelompok praktek membuat tulisan.

Bagikan post melalui :