Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Depok Irfan Qadarusman di ruang kerjanya, Senin (26/11). (Foto : Janet/Diskominfo).

depok.go.id- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengeluarkan ketentuan baru. Mulai tanggal 18 Desember 2018, bayi baru lahir dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib didaftarkan paling lambat 28 hari hari sejak dilahirkan.

Menurut Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Depok Irfan Qadarusman, aturan tersebut tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018. Peraturan tersebut menggantikan peraturan sebelumnya yaitu Perpres Nomor 19 tahun 2016.

“Perpres Nomor 82 Tahun 2018 merupakan hasil evaluasi BPJS Kesehatan terhadap pelayanan kesehatannya. Untuk itu, peraturan tersebut merevisi peraturan sebelumnya yang hanya memberikan waktu tiga hari kepada para peserta BPJS Kesehatan untuk mengurus bayi yang baru lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan,” jelasnya kepada depok.go.id di ruang kerjanya, Senin (26/11).

Lebih lanjut, ucapnya, dalam hal ini BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Meskipun aturan terkait bayi baru lahir dari peserta BPJS Kesehatan tertuang dalam Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 Tahun 2018 yakni bayi yang akan lahir sudah dapat didaftarkan
sejak masih dalam kandungan.

Dirinya menambahkan, BPJS Kesehatan sudah menjamin biaya persalinan, serta perawatan bayi. Namun, untuk memperoleh jaminan biaya perawatan, bayi harus didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018 juga telah mengatur mengenai iuran. Iuran bagi bayi baru lahir juga harus dibayarkan paling lama 28 hari sejak dilahirkan,” tandasnya.

 

Penulis : Janet Swastika
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo

Bagikan post melalui :