Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sedikitnya menganggarkan Rp11 Miliar untuk biaya operasional pengiriman sampah ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut-Nambo (Luna), Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Anggaran ini nantinya untuk membeli alat berat dan honor tenaga sopir.

“Ya, sudah kami siapkan anggaran sebesar Rp. 11 Miliar untuk biaya operasional pengiriman sampah ke Luna,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balai Kota, Rabu (26/12/18).

Dikatakannya, Pemkot akan membeli truk dan sejumlah alat berat yang menunjang pengolahan sampah berteknologi canggih. Adapun truk yang akan dibeli merupakan truk sampah model bak tertutup, karena ini menjadi syarat utama truk yang boleh masuk ke kawasan Lulut-Nambo.

“Kita sudah beli, sedang transaksi untuk membeli alat berat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dan mobil yang bisa menekan sampah. Tiga mobil kita beli, Insya Allah bisa dipakai tahun 2019,” ujarnya.

Selain alat berat dan truk sampah, dalam waktu dekat ini DLHK Kota Depok juga akan merekrut sejumlah sopir truk baru yang bertugas mengirim sampah ke TPPAS Lulut-Nambo. Nantinya diharapkan, jika TPPAS sudah beroperasi, pengiriman ratusan ton sampah per harinya berjalan mulus dan mampu mengurangi beban di TPA Cipayung.

“Sementara truk yang kita beli hanya tiga, karena kalau kita punya truk lebih banyak artinya akan menyedot tenaga sopir lebih banyak. Typing fee bisa tiga kali lipat dari anggaran yang sudah kita rencanakan,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor : Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :