Humas Protokol Setda Kota Depok
Press Release
Senin, 27 Februari 2012

Bertempat diruang kerjanya di lantai 2 Balaikota, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il kembali sosialisasikan gerakan One Day No Rice (ODNR) melalui saluran internasional CNN. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan konsumsi pangan beras yang lebih besar bila dibanding dengan negara-negara tetangga, seperti vietnam dan thailand. Pola konsumsi dan status kesehatan bangsa Indonesia yang tergantung dengan beras mengakibatkan 19,1 % alami obesitas, 15,9% alami diabetes, dan 31,7% hipertensi. “Karena latar belakang itu, kita harus melakukan strategi cara hidup sehat dengan melaksanakan penganekaragaman pangan. Selain keanekaragaman, kita juga harus menjaga keseimbangan makanan, seimbangkan antara karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan protein. Dari sisi kesehatan, kombinasi menu makanan harus dibiasakan dan dianjurkan sejak kecil. Tingkatkan kemampuan dan kecerdasan bangsa agar mampu melihat dan manfaatkan produk lokal disekitarnya sebagai sumber
karbohidrat karena karbohidrat tidak didapat dari beras saja. Gerakan ODNR adalah cara cerdas dalam memenuhi kebutuhan kehidupan kita dengan mengurangi konsumsi beras dan beralih ke buah-buahan, umbi-umbian, dan biji-bijian. Gerakan ini juga memberikan kontribusi bagi bangsa karena dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dan menjaga ketahanan pangan nasional” papar Pemimpin Kota Depok, Senin (27/2).

“Bila kita bisa mengurangi konsumsi beras dan beralih ke sumber karbohidrat lainnya dalam satu hari saja maka kita bisa menekan laju inflasi. Gerakan ini bukan merupakan gerakan yang bersifat pribadi tetapi dilatari dengan UU, PerPres, dan Pergub Jabar. Untuk mendukung peraturan tersebut, Pemkot mengeluarkan Surat Edaran tentang himbauan gerakan One Day No Rice sebagai upaya tindak lanjut untuk mendukung Pemerintah Pusat. Surat Edaran itu dikeluarkan bukan hanya untuk slogan saja tetapi untuk direalisasikan, karena surat edaran ini telah melalui proses diskusi yang cukup panjang. Awalnya One Day No rice ditetapkan di hari senin dan penerapannya telah direalisasikan dalam Rakor OPD dengan menyediakan menu tanpa beras. Tak hanya gerakan ODNR, slogan  “Aku Cinta Produk Indonesia” pun telah direalisasikan pada setiap acara-acara dengan tidak menyediakan kudapan-kudapan lokal non beras, seperti halnya setiap hari Jum’at setelah berolahraga di Balaikota disediakan panganan berupa rebusan ataupun kacang hijau. Gerakan ini tidak secara tiba-tiba karena telah melalui proses yang panjang hingga akhirnya melibatkan pihak kantin di Balaikota untuk mendukung gerakan ODNR dengan mengganti panganan beras menjadi singkong, ubi, dan banyak lagi” jelas Walikota. Walikota mengajak seluruh warga di Indonesia untuk bersama-sama mengurangi karbohidrat, mengurangi konsumsi beras, dan manfaatkan produk lokal sebagai sumber karbohidrat lain yang ada disekitar tempat tinggal.

Walikota juga mengajak daerah lain untuk memahami falsafah ODNR sebagai sebuah gerakan cerdas karena dapat membuat kita menjadi sehat. “Kurangi karbohidrat dan sadari kalau karbohidrat tidak selamanya harus bersumber dari beras. Penganekaragaman menu harus mulai kita biasakan dan jadikan sebagai sebuah gaya hidup yang sehat. Ayo rame-rame tingkatkan konsumsi non beras, mari kita kurangi ketergantungan kita pada beras dan dukung petani beras agar tidak menghentikan dan mengurangi produksinya agar bisa mengekspor ke negara tetangga serta dukung petani non beras dengan manfaatkannya sebagai sumber karbohidrat pengganti beras” papar Orang nomer satu di Kota Belimbing.

“Mari kita gunakan cara cerdas untuk hidup kita dengan melakukan penganekaragaman konsumsi non beras, kurangi beras, dan beralihlah pada sumber karbohidrat lain, seperti pisang dan pepaya agar hidup kita menjadi lebih sehat” ajak Walikota. Walikota menekankan bahwa gerakan ini tidaklah mengharamkan nasi, tetapi menguranginya.

“Gerakan ini adalah sarana untuk merubah hidup kita agar lebih sehat. Gerakan ini juga telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari ahli gizi, pakar kesehatan, penggiat kesehatan, dan masih banyak lagi, karena gerakan ini memiliki dampak positif bagi Indonesia. “Gerakan ini adalah gerakan proses penyadaran, jadi bila ada kontroversi mari kita berdialog agar mengerti dan tidak terjadi kesalahpahaman lagi. Mari kita berusaha untuk optimalkan gerakan ini agar kita bisa menjaga stabilitas ketahanan pangan kita” ajak Walikota. (ols)

 

Bagikan post melalui :