stop_kekerasan (1)

KDRT atau biasa disebut kekerasan dalam rumah tangga merupakan permasalahan yang sering terjadi di dalam keluarga. Hal tersebut, juga mampu menimbulkan dampak tersendiri bagi gangguan fisik maupun psikologi seseorang.

“Akibat adanya tindak kekerasan, gangguan jiwa korbannya akan terancam. Sehingga, membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkannya,” tutur Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Rina Fitriani Bahar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/02/2015).

Bentuk KDRT sendiri terdiri dari beberapa macam diantaranya kekerasan fisik berupa pemukulan atau penyiksaan, kekerasan psikis berupa penghinaan, makian, ancaman, atau pembatasan gerak, kekerasan seksual berupa pemaksaan hubungan seksual, dan kekerasan ekonomi yang berupa penelantaran rumah tangga.

Dengan berbagai kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan akan terjadi pada semua kalangan baik istri, anak, orang yang mempunyai hubungan keluarga, maupun pekerja rumah tangga.

Dari tindakan tersebut, akan timbul berbagai dampak, diantaranya gangguan kesehatan nonreproduksi berupa cacat fisik, gangguan kesehatan jiwa, gangguan kesehatan reproduksi, serta kematian atau bunuh diri.

“Hal ini patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar masyarakat tidak mengalami tindak kekerasan yang dapat memakan korban jiwa,” tutup Rina. (Indri/Diskominfo)

Bagikan post melalui :