Collection of signs

Minuman keras (miras) dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pengendalian miras di setiap daerah tidak bisa lepas dari peran Pemerintah. Walikota Depok, Nur Mahmudi isma’il pun tidak bisa mengharamkan miras, tetapi dirinya mengaku bisa mempersempit ruang gerak dari pedagang-pedagang yang menjajakan miras tersebut di Kota Depok.

Hal ini dilakukan untuk menegakkan Perda No. 6 tahun 2008 tentang pengawasan dan pengendalian minuman berakohol.

“Sosialisasi hingga turun ke jalan pernah saya lakukan, semua semata untuk mecegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dari dampak miras seperti kecelakaan dan gangguan kesehatan. Di samping itu, juga untuk menjalankan Perda terkait pengawasan dan pengendalian miras,” ujar pria kelahiran Kediri, Jum’at (27/02/15) di Aula Lantai 1 Balaikota Depok.

Sementara, dalam Perda No. 6 tahun 2008 mengatur tempat-tempat hiburan, apabila ingin menjual minuman berakohol harus memiliki izin terlebih dahulu. Dan salah satu syaratnya yaitu tidak boleh berdekatan dengan sekolah dan tempat ibadah dalam radius 1 kilometer.

Diharapkan dengan adanya perda ini, penjual miras akan kesulitan menjajakan dagangannya. Mengingat peraturan di Kota Depok sangat Ketat. (Nita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :