Lies-Kadinkes-Depok

Kepala Dinkes Kota Depok Noer Zamanti Lies. (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok terus melakukan sosialisasi manfaat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Cara ini dinilai lebih aman daripada penggunaan fogging yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Fogging berdampak buruk terhadap kesehatan, karena menggunaan pestisida dan solar. Pestisida merupakan racun yang dapat merusak saraf dan beresiko penyebab kanker, kerusakan genetik/ keturunan, keguguran dan kemandulan,” ujar Kepala Dinkes Kota Depok Noer Zamanti Lies saat kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) di aula lantai 5 Balaikota Depok, Senin (27/02/17).

Selain itu, lanjutnya, bahan bakar yang menggunakan solar dapat mengeluarkan emisi berupa COx, NOx, SOx yang dapat mencemari udara dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Karena itu, dirinya juga mengimbau agar PSN rutin dilakukan, mengingat saat ini musim hujan sudah tiba. Sebab, air yang tergenang bisa menjadi rumah baru bagi jentik nyamuk.

“PSN perlu dilakukan, karena DBD penyakit menular dan sering menimbulkan kejadian luar biasa, menyebabkan kerugian ekonomi, menyebabkan kematian yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti yang terdapat di sekitar kita. Kita harus tingkatkan kewaspadaan,” tuturnya.

Dikatakannya, PSN dapat dilakukan dengan cara menutup tempat penampungan air, menguras dan menyikat bak mandi, mengubur barang bekas, seperti kaleng bekas, botol minuman, ban bekas, atau pun sampah yang memungkinkan air tergenang.

“Gunakan bubuk larvasida seperti abate ke dalam tempat penampungan air yang sulit dikuras, seperti drum, toren, bak, atau kolam yang tidak beralaskan tanah. Dosisnya satu sendok makan untuk 100 liter air,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :