rakor opd februari

Wali Kota Depok Mohammad Idris memimpin Rapat Koordinasi Smart City di lantai 5 Balaikota Depok, Senin (27/02/17). (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id –Wali Kota Depok Mohammad Idris terus memberikan semangat kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mau bersama-sama membangun Smart City. Dengan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa di Kota Depok, wali kota optimis, Smart City dapat diwujudkan.

“Kita tidak boleh pesimis dengan perbandingan kota lainnya yang sudah lebih dulu menerapkan Smart City. Jelas dari sisi usia, Bandung dan Lampung misalnya, merupakan Kota yang sudah berdiri ratusan tahun dan kita baru 18 tahun,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Smart City di lantai 5 Balaikota Depok, Senin (27/02/2017).

Dia menambahkan, jika dibandingkan, ASN Kota Bandung memiliki rasio 1:100. Sedangkan Kota Depok rasionya 1:300, artinya Depok jauh lebih unggul dalam hal pelayanan. Sebab, 1 ASN mampu melayani 300 masyarakat dan ini menjadi motivasi untuk menuju kota dengan konsep Smart City.

“Saya yakin Depok bisa dan mampu mengerahkan seluruh SDM untuk dijadikan kekuatan mewujudkan Smart City. Saya ingin bangun spirit dan semangat dulu untuk kita semua. Jadikan ini sebuah jawaban dari suatu tantangan,” terangnya.

Sementara itu, Asisten Direktur Program Doktoral Universitas Gunadarma, Prihandoko mengatakan, Kota Depok sudah siap untuk menjadi Smart City, namun ada beberapa sisi yang harus dibenahi, termasuk SDM agar mampu menjalanan fungsi dari Smart City.

“Salah satu bukti Depok siap menjadi Smart City adalah sudah ada lebih dari 50 aplikasi di Kota Depok. Meskipun belum semua berjalan sesuai apa yang kita miliki, namun sebagian sudah ada yang mampu melayani warga dengan baik dengan aplikasi yang dimiliki. Salah satunya di Dinkes yang sudah bisa melayani warga di Puskesmas, sebagai pencatat obat, dokter, dan lain-lain,” ucapnya.

Dia menyatakan, dua hal yang paling utama dirasakan manfaatnya, jika Smart City dijalankan adalah akan tercipta layanan publik yang signifikan. Sebab, tugas pemerintah paling utama adalah melayani warga dan yang kedua adalah kinerja pemerintah yang semakin mudah dengan hadirnya berbagai aplikasi yang bisa digunakan mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan antardinas.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :