depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk menggenjot pendapatan dari sektor pajak. Melalui program Samsat J’Bret yang baru saja diluncurkan, diharapkan perolehan pajak di Kota Depok meningkat.

“Pendapatan pajak itu utamanya berada di wilayah. Kami mendukung penuh inovasi yang baru diluncurkan berupa Samsat J’Bret atau Jawa Barat Ngabret. Dengan program ini, kami optimistis pendapatan pajak, bisa meroket,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, di Aula Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPPD) Kota Depok, Sukmajaya, Rabu (27/02/19).

Dikatakannya, hadirnya kemudahan tersebut, diharapkan berdampak kepada peningkatan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor. Sehingga menunjang geliat ekonomi dan pembangunan Jabar, khususnya Kota Depok.

“Potensi kendaraan bermotor di Kota Depok, yang meliputi PPPD Kota Depok I dan Kota Depok II Cinere, sampai dengan akhir Januari 2019 sebanyak 1.180.391 Kendaraan Bermotor (KBM), terdiri dari roda dua sebanyak 969.353 KBM dan roda empat sebanyak 211.038 KBM,” katanya.

Jumlah kendaraan bermotor di Kota Depok, kata Pradi, merupakan yang terbesar ke-5 di Provinsi Jabar, setelah Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi atau mencapai 7,01 persen dari jumlah KBM yang ada di Provinsi Jabar. Jumlah ini, sangat potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“Adapun realisasi dana bagi hasil pajak daerah tahun 2018 untuk Kota Depok, yaitu sebesar Rp 454 miliar. Sementara rencana anggaran dan bagi hasil pajak daerah tahun 2019 untuk Kota Depok sebesar Rp 489 miliar. Mudah-mudahan target tahun ini tercapai, seiring dengan program J’Bret yang sudah diluncurkan,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :