Mohammad Idris saat menghadiri talkshow di Bens Radio 106.2 FM, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (27/02/19). (Foto : Istimewa)

depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah melakukan evaluasi atas capaian sejumlah indikator dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021. Tercatat hingga akhir tahun 2018, realisasi RPJMD yang terjabarkan dalam program unggulan, program prioritas, dan janji wali kota sudah mencapai 80 persen.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemkot Depok sudah bisa menyelesaikan sejumlah target RPJMD hingga tahun 2018. Di antaranya target 11 Puskesmas 24 jam yang sudah terealisasi di 11 kecamatan.

“Kalau RSUD tahun lalu kita sudah menambahkan satu gedung 8 lantai, serta penambahan sebanyak 250 tempat tidur. Sebelumnya hanya 60 tempat tidur di gedung tersebut. Sementara untuk RSUD wilayah timur kita sudah beli tanah di wilayah Kecamatan Tapos. Tahun ini akan dibuat Detail Engineering Design (DED) dan tahun depan baru pembangunan fisiknya,” ujar Mohammad Idris, kepada depok.go.id usai menghadiri talkshow di Bens Radio 106.2 FM, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (27/02/19).

Kemudian, lanjut Mohammad Idris, untuk pengadaan taman terpadu di 63 kelurahan, hingga saat ini sudah terealisasi 30 taman terpadu. Sementara di tahun 2019, ditargetkan ada penambahan sebanyak 15 taman, sehingga totalnya menjadi 45 taman terpadu.

“Sisanya akan kita realisasikan di tahun 2020 dan 2021. Sebab, terdapat beberapa kendala dalam pengadaan taman terpadu. Selain kita tidak punya aset di setiap kelurahan, harga tanahnya juga sangat mahal,” katanya.

Dirinya menambahkan, program dan target lainnya seperti penyediaan 1.000 kios/los UMKM yang sudah terealisasi hingga tahun 2018 sebanyak 600 unit. Sementara tahun 2019 akan ditambah sebanyak 100 unit, tahun 2020 sebanyak 200 unit, dan 2021 sebanyak 100 unit.

Begitu pun, untuk dana operasional kader Posyandu dan Posbindu maupun insentif ketua RT, RW, dan LPM di Kota Depok juga terus ditingkatkan. Besaran insentif ketua RT ada kenaikan dari sebelumnya Rp 160 ribu, menjadi Rp 200 ribu. Insentif ketua RW dari yang sebelumnya Rp 200 ribu, menjadi Rp 250 ribu, serta untuk ketua LPM kenaikan dari Rp 240 ribu, menjadi Rp 300 ribu/bulan.

“Tahun 2020 akan kita tingkatkan insentifnya secara signifikan hingga Rp 500 ribu. Termasuk bagi petugas Linmas, petugas Sumber Daya Air (SDA), dan Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran (Damkar),” ucapnya.

Penulis : Jose Marques
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :