DSC_0251Dalam sidang warnet yang dilakukan siang tadi (26/03/2013), Walikota Depok, Nur Mahmudi bersama dengan Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan Kota Depok menemukan beberapa siswa yang sedang membolos dan asyik bermain game online di warnet Qiranet di Jalan Merdeka Raya Blok 2 No 5, Sukmajaya, Depok.

Terdapat tiga orang siswa SD yang ketahuan membolos dan dua anak berseragam SMA yang libur namun mengaku sekolah kepada orang tuanya agar mendapatkan uang saku. Nur Mahmudi memberikan nasehat kepada mereka agar lebih memanfaatkan waktu untuk belajar, beliau juga mengharapkan kepada Dinas Pendidikan untuk memberikan surat edaran kepada orang tua tentang hari libur sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Heri Pansila menjelaskan bahwa sidak ini tujuannya melihat konsolidasi dari kesatuan pendidikan untuk melihat langsung anak didik ketika di luar sekolah.

“Tadi ada anak yang meminta uang saku untuk sekolah tapi malah ke warnet, ini jelas tidak sesuai dengan visi pendidikan kita,” ujarnya.

Kepala Diskominfo Kota Depok, Yulistiani Mochtar menjelaskan bahwa dari sidak ini, pihak Diskominfo ingin melihat kondisi warnet yang ada di Depok dan sejauh mana pemilik warnet mengelolanya.

“Kami ingin semua warnet di Kota Depok itu menjadi warnet sehat. Sehat dalam arti pengguna warnet menggunakan teknologi internet dengan bijak dan positif, serta dari kenyamanannya adanya larangan merokok, pada bilik antar pengguna warnet ada penyekat, dan pada jam-jam tertentu bila mana ada anak dibawah umur 18 tahun masih menggunakan pakaian sekolah untuk dapat ditegur. ” ujarnya.

Sesuai dengan Peraturan Walikota “STANDARISASI USAHA WARNET DAN GAME NET

(1) Kegiatan usaha Warnet dan Game Net harus memenuhi 3 (tiga) aspek, sebagai berikut :
a. aspek perangkat lunak dan perangkat keras;
b. aspek kenyamanan;
c. aspek tanggung jawab sosial

(2) Aspek perangkat lunak dan perangkat keras meliputi:
huruf a, meliputi :
a. Sistem Operasi berlisensi;
b. Aplikasi pendukung berlisensi;
c. perangkat komputer, printer, scanner, dan koneksi internet yang mendukung kelancaran akses internet.

(3) Aspek kenyamanan meliputi:

a. penggunaan sekat pembatas / bilik komputer, memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1) sekat bilik paling tinggi 120 cm (seratus dua puluh centimeter)
2) bilik tanpa menggunakan pintu;
3) kegiatan usaha yang tidak menggunakan kursi/lesehan, tanpa menggunakan sekat depan.
b. memiliki penerangan yang memadai dan nyaman untuk mendukung aktivitas di lingkungan Warnet dan Game Net.
c. menyediakan ruangan khusus yang dipergunakan sebagai Musholla/tempat ibadah, bagi usaha skala menengah dan besar;
d. memiliki kamar kecil dan ketersediaan air bersih dalam jumlah yang memadai dan terjaga kebersihannya;
e. memiliki pintu keluar-masuk yang cukup dan/atau pintu darurat untuk antisipasi terjadinya kebakaran, serta memiliki perangkat pengaman kebakaran yang memadai;
f. melakukan penataan parkir kendaraan sehingga tidak mengganggu tertib lalu lintas.

(4) Aspek tanggung jawab sosial meliputi:
a. melakukan upaya pencegahan eksploitasi akses Internet yang bertentangan dengan norma sosial, agama dan hukum;
b. mendorong peningkatan literasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat usaha tentang pemanfaatan internet yang tepat guna dan bertanggung jawab;
c. melakukan antisipasi dampak sosial yang mungkin terjadi akibat penggunaan Internet di Warnet dan Game Net secara proaktif;
d. melarang anak sekolah menggunakan Internet dan Game Net atau berada di lingkungan Warnet dan Game Net pada jam sekolah dan/atau menggunakan seragam sekolah, kecuali untuk kepentingan pendidikan atas seizin sekolah.
e. Warnet dan Game Net yang menyelenggarakan kegiatan usahanya selama 24 (dua puluh empat) jam, tidak melayani anak berusia kurang dari
18 (delapan belas) tahun setelah pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 07.00 WIB.(Diskominfo/Rysko)

DSC_0278 DSC_0305DSC_0251Dalam sidang warnet yang dilakukan siang tadi (26/03/2013), Walikota Depok, Nur Mahmudi bersama dengan Dinas Kominfo dan Dinas Pendidikan Kota Depok menemukan beberapa siswa yang sedang membolos dan asyik bermain game online di warnet Qiranet di Jalan Merdeka Raya Blok 2 No 5, Sukmajaya, Depok.

Terdapat tiga orang siswa SD yang ketahuan membolos dan dua anak berseragam SMA yang libur namun mengaku sekolah kepada orang tuanya agar mendapatkan uang saku. Nur Mahmudi memberikan nasehat kepada mereka agar lebih memanfaatkan waktu untuk belajar, beliau juga mengharapkan kepada Dinas Pendidikan untuk memberikan surat edaran kepada orang tua tentang hari libur sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Heri Pansila menjelaskan bahwa sidak ini tujuannya melihat konsolidasi dari kesatuan pendidikan untuk melihat langsung anak didik ketika diluar sekolah.

” Tadi ada anak yang meminta uang saku untuk sekolah tapi malah ke warnet, ini jelas tidak sesuai dengan visi pendidikan kita, ” ujarnya.

Kepala Diskominfo Kota Depok, Yulistiani Mochtar menjelaskan bahwa dari sidak ini, pihak Diskominfo ingin melihat kondisi warnet yang ada di Depok dan sejauh mana pemilik warnet mengelolanya.

” Kami ingin semua warnet di kota Depok itu menjadi warnet sehat. Sehat dalam arti pengguna warnet menggunakan teknologi internet dengan bijak dan positif, serta dari kenyamanannya adanya larangan merokok, pada bilik antar pengguna warnet ada penyekat, dan pada jam-jam tertentu bila mana ada anak dibawah umur 18 tahun masih menggunakan pakaian sekolah untuk dapat ditegur. ” ujarnya.
Sesuai dengan Peraturan Walikota “STANDARISASI USAHA WARNET DAN GAME NET”

(1) Kegiatan usaha Warnet dan Game Net harus memenuhi 3 (tiga) aspek, sebagai berikut :
a. aspek perangkat lunak dan perangkat keras;
b. aspek kenyamanan;
c. aspek tanggung jawab sosial

(2) Aspek perangkat lunak dan perangkat keras meliputi:
huruf a, meliputi :
a. Sistem Operasi berlisensi;
b. Aplikasi pendukung berlisensi;
c. perangkat komputer, printer, scanner, dan koneksi internet yang mendukung kelancaran akses internet.

(3) Aspek kenyamanan meliputi:

a. penggunaan sekat pembatas / bilik komputer, memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1) sekat bilik paling tinggi 120 cm (seratus dua puluh centimeter)
2) bilik tanpa menggunakan pintu;
3) kegiatan usaha yang tidak menggunakan kursi/lesehan, tanpa menggunakan sekat depan.
b. memiliki penerangan yang memadai dan nyaman untuk mendukung aktivitas di lingkungan Warnet dan Game Net.
c. menyediakan ruangan khusus yang dipergunakan sebagai Musholla/tempat ibadah, bagi usaha skala menengah dan besar;
d. memiliki kamar kecil dan ketersediaan air bersih dalam jumlah yang memadai dan terjaga kebersihannya;
e. memiliki pintu keluar-masuk yang cukup dan/atau pintu darurat untuk antisipasi terjadinya kebakaran, serta memiliki perangkat pengaman kebakaran yang memadai;
f. melakukan penataan parkir kendaraan sehingga tidak mengganggu tertib lalu lintas.

(4) Aspek tanggung jawab sosial meliputi:
a. melakukan upaya pencegahan eksploitasi akses Internet yang bertentangan dengan norma sosial, agama dan hukum;
b. mendorong peningkatan literasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat usaha tentang pemanfaatan internet yang tepat guna dan bertanggung jawab;
c. melakukan antisipasi dampak sosial yang mungkin terjadi akibat penggunaan
Internet di Warnet dan Game Net secara proaktif;
d. melarang anak sekolah menggunakan Internet dan Game Net atau berada di lingkungan Warnet dan Game Net pada jam sekolah dan/atau menggunakan seragam sekolah, kecuali untuk kepentingan pendidikan atas seizin sekolah.
e. Warnet dan Game Net yang menyelenggarakan kegiatan usahanya selama
24 (dua puluh empat) jam, tidak melayani anak berusia kurang dari
18 (delapan belas) tahun setelah pukul 22.00 WIB sampai dengan pukul 07.00
WIB.
(Diskominfo/Rysko)

Bagikan post melalui :