Menjadi anak jalanan tentunya bukan  pilihan yang menyenangkan bagi semua orang, termasuk bagi Solihin (12), Sania (8), Santi (9), dan Iyan (9). Namun, kondisi ekonomi yang serba kekurangan, ditambah dengan keterbatasan ketrampilan yang dimiliki oleh keluarganya, membuat anak-anak ini terpaksa harus turun ke jalanan untuk mencari uang baik dengan cara mengamen, mengemis, atau berjualan demi memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.

Meskipun setiap hari mereka selalu mendapatkan uang yang cukup banyak, namun anak-anak ini seharusnya tidak berada di jalanan untuk alasan apapun. Karena selain usia mereka masih sangat muda, kondisi terminal dan jalanan tempat mereka “mangkal” pun dinilai sangat tidak baik bagi perkembangan fisik maupun psikis anak-anak. Bayangkan saja, setiap hari mereka terpaksa harus menghirup udara kotor yang berasal dari asap knalpot kendaraan bermotor, berlarian mengejar angkutan umum yang masih melaju, duduk di pinggir jalan di bawah teriknya sinar matahari dan derasnya hujan, belum lagi tingginya kemungkinan mereka mendapatkan ancaman kekerasan ataupun eksploitasi dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Hal ini selain mengganggu ketertiban umum, juga bisa membuat tumbuh kembang anak-anak menjadi terganggu, sehingga dikhawatirkan kelak mereka tidak bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, sehat, dan bahagia.

nakersos1

Untuk mengatasi masalah anak jalanan (anjal) yang semakin marak di Kota Depok, saat ini pihak Pemkot Depok melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) telah melakukan berbagai langkah nyata seperti melakukan pembinaan anjal, memberikan pelatihan dan pemberdayaan, serta membantu anjal yang terjaring razia untuk mendapatkan akses terhadap pendidikan baik di sekolah formal maupun non formal yang ada di Kota Depok. Selain itu, sejak November 2013 yang lalu, Pemkot Depok melalui Disnakersos juga sudah mulai memberdayakan orang tua atau keluarga anak jalanan dengan cara memasukkan mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan mitra pemerintah.

Disebutkan oleh Kepala Disnakersos Kota Depok Diah Sa’diah, berbagai program yang telah  dilaksanakan oleh  Pemkot Depok ini dilakukan untuk mengurangi jumlah anak-anak yang turun ke jalanan. Bila sebelumnya anak jalanan ini diberdayakan dengan cara memberikan bekal ketrampilan, kini Pemkot Depok memulai upaya baru yakni dengan cara mempekerjakan orang tua atau kerabat anak jalanan untuk bekerja di perusahaan konveksi. Dengan begitu, diharapkan orang tua atau kerabatnya ini akan memiliki penghasilan tetap untuk anak-anaknya, sehingga anak mereka tidak lagi menjadi anak jalanan.

IMG_20140305_120335

Saat ini, sudah ada 10 orang pekerja yang direkomendasikan oleh Pemkot Depok untuk bekerja sebagai helper di pabrik konveksi PT Indomatra Busana Jaya. Tugas mereka adalah untuk membantu proses finishing di perusahaan milik Korea yang khusus memproduksi  jaket untuk di ekspor ke Benua Eropa. Meskipun masih berstatus sebagai pekerja kontrak, namun para  pekerja yang umumnya berusia antara 19-22 tahun ini mengaku sangat senang bisa bekerja di pabrik garmen yang sudah berdiri sejak tahun 1999 ini.

“Sekarang ini susah banget cari pekerjaan, apalagi kami tidak punya keahlian. Jadi kami merasa senang sekali bisa bekerja di sini. Karena kami bisa dapat uang gaji, dan di sini teman-temannya juga baik.” Tutur Agustiana (21), salah satu pekerja asal Kampung Serab yang ketiga adiknya menjadi pengamen di sepanjang Jalan Margonda Depok.

Agustiana mengaku, dirinya merasa sangat beruntung bisa mendapatkan rekomendasi dari Pemkot Depok mengingat dirinya hanya anak lulusan SMA yang tidak memiliki keahlian apapun. Senada dengan Agustiana, Syifa (21) yang kedua adiknya juga menjadi pengamen di sekitar Jembatan Serong Depok, mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa bekerja di PT Indomatra.

“Dengan bekerja di sini, saya sekarang jadi punya uang gaji. Dengan uang yang saya dapat ini, saya ingin menyekolahkan adik-adik saya supaya mereka tidak menjadi anak jalanan lagi. Saya ingin mereka sekolah dan memiliki nasib yang lebih baik dari saya.” Kata Syifa dengan nada tulus seraya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Depok yang telah memberikan pekerjaan untuk dia dan teman-temannya.

IMG_20140305_121713

Seperti halnya Agustiana dan Syifa, para pekerja lainnya yang mendapatkan rekomendasi dari Disnakersos ini juga merasakan hal yang sama. Mereka merasa sangat terbantu oleh Pemkot Depok dan berjanji akan menggunakan uang gaji untuk membantu orang tua dan membiayai adik atau keluarganya yang menjadi anak jalanan.

Dengan semakin banyaknya keluarga anak jalanan yang bisa diberdayakan dan dipekerjakan di berbagai perusahaan dan home industry Kota Depok, diharapkan permasalahan anjal ini bisa diselesaikan dengan lebih baik di Kota Depok. (Rita/Diskominfo)

Bagikan post melalui :