iva bpjs

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok Nurifansyah (kiri) mengimbau agar warga Depok memanfaatkan program pemeriksaan IVA dan pap smear di Puskesmas di Kota Depok. (Foto: Janet/Diskominfo)

depok.go.id- BPJS Kesehatan masih membuka pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pap smear gratis hingga Jumat (28/04/2017). Layanan kesehatan tersebut diberikan sebagai deteksi dini pencegahan kanker serviks. Karena itu, BPJS mengimbau kepada warga Depok untuk segera mengunjungi Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah bekerja sama, agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut.

Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer, BPJS Kesehatan Cabang Depok, Iriana H Pasaribu mengatakan, perempuan sebaiknya melakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini.

“Jadi, bila ada indikasi medis bisa langsung ke rumah sakit. Tetapi, kalau tidak ada indikasi hanya sebagai deteksi dini atau pencegahan kanker serviks itu bisa di faskes tingkat pertama atau laboratorium yang telah bekerja sama,” katanya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Menurutnya, untuk tindakan pencegahan, deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan setahun sekali selama tiga tahun berturut-turut. Selanjutnya, bila tidak ditemukan faktor resiko, maka dapat dilakukan dalam jangka waktu lima tahun lagi. Sedangkan, jika terdapat indikasi medis, tindakan pap smear dapat dilakukan di faskes Fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai kebutuhan medis tersebut.

Lebih lanjut, Iriana menuturkan, pemeriksaan IVA merupakan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada leher rahim dengan pemberian asam asetat. Sedangkan pap smear adalah pemeriksaan kesehatan wanita dengan mengambil sedikit lendir leher rahim melalui proses tertentu serta pemeriksaan perubahan sel-sel permukaan leher rahim melalui mikroskop.

“Deteksi dini dan indikasi medis kanker serviks ini masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS. Sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini tidak perlu khawatir, karena tidak harus mengeluarkan uang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Depok, Nurifansyah menyatakan, layanan yang diberikan baru sebatas deteksi dini melalui metode inspeksi visual asam asetat (IVA) atau tes pap smear bagi peserta JKN-KIS. Kemudian, untuk mencegah melalui vaksin penularan HPV Human Pamillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab munculnya kanker serviks belum ditetapkam pemerintah (Kementerian Kesehatan) sebagai manfaat layanan JKN.

“Dalam layanan JKN prinsipnya manfaat layanan harus ditetapkan dahulu oleh pemerintah, sedangkan BPJS Kesehatan hanya menjalankanya,” tuturnya.

Nurifansyah menambahkan, apabila dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat peserta JKN-KIS yang positif mengidap kanker serviks. Maka, dapat menjalani perawatan lebih lanjut di faskes yang bermitra dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Penulis: Janet Swastika

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :