peresmian pasar cisalak

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meresmikan Gedung Pasar Cisalak, Cimanggis. Peresmian bertepatan dengan HUT Kota Depok ke-18, Kamis (27/04/2017). (Foto : Okky/Diskominfo)

depok.go.id – Bertepatan dengan hari jadi Kota Depok ke-18, Wali Kota Depok Mohammad Idris meresmikan Gedung Pasar Cisalak, Cimanggis, Kamis (27/04/2017) siang. Peresmian gedung baru ini, merupakan kado yang manis bagi para pedagang dan juga masyarakat yang selama ini merindukan pasar yang representatif.

“Alhamdulillah gedung ini sudah selesai dibangun, dan bisa diresmikan bertepatan dengan HUT Kota Depok,” ujar Mohammad Idris.

Dirinya mengatakan, dengan diresmikannya gedung baru ini, diharapkan bisa menambah kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas jual beli. Dengan dibukanya pasar ini, para pedagang yang selama ini direlokasi di Radar Auri Cimanggis, bisa kembali lagi, setelah  kiosnya terbakar pada tahun 2013.

“Rasa nyaman tentunya akan bertambah, jika kita lihat kondisi gedung baru ini. Kami berharap para pedagang bisa kembali memaksimalkan penjualannya,” harapnya.

Dirinya juga mengatakan, gedung ini merupakan bentuk nyata Pemkot Depok untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat, terutama untuk menyediakan fasilitas pusat perbelanjaan berupa pasar tradisional yang lebih representatif. Bahkan, meski konsep gedung bertema modern, namun diperuntukkan bagi pedagang tradisional.

“Saya minta kepada pedagang untuk benar-benar dapat memanfaatkan gedung baru ini dengan sebaik-baiknya, agar dapat memberikan keuntungan, serta peningkatan hasil usaha yang sesuai dengan harapan pedagang serta masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok, Wijayanto, menjelaskan  Pasar Cisalak yang dibangun 4 lantai ini memiliki konsep pasar tradisional yang modern. Total ada 620 kios dan 600 los dengan kapasitas parkir yang bisa menampung sekitar 2600 motor dan 260 mobil. Selain itu, juga ada fasilitas umum seperti masjid, klinik dan olahraga.

Ia menyebut, di lantai satu dikhususkan untuk para pedagang sembako dan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan di lantai dua dan tiga diperuntukkan bagi pedagang pakaian dan kebutuhan sandang lainnya. Untuk di lantai empat akan dikhususkan bagi pedagang makanan dan minuman, dengan konsep foodcourt.

“Ada juga ruang olahraga multiguna yang bisa digunakan untuk  badminton, futsal dan voli. Agar bisa memberikan hiburan juga bagi pedagang ataupun masyarakat sekitar,” jelasnya.

Penulis: Rysko

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :