Satpol PP Kota Depok mendata seluruh PKL di kawasan Terminal Depok dan Bawah Jalan Layang ARH, kemarin (26/07/18). (Foto: dok. Satpol PP).

depok.go.id-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok akan melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Terminal Depok dan di bawah Jalan Layang Arif Rahman Hakim (ARH). Namun, sebelum dilakukan penertiban, Satpol PP akan melakukan pendataan PKL terlebih dahulu.

“Pendataan ini fungsinya untuk sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) nanti. Jadi kita sudah punya data setiap pedagang berikut jenis dagangannya,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, di ruang kerjanya, Jumat (27/07/18).

Dikatakannya, keberadaan PKL selama ini juga dikeluhkan masyarakat, karena kerap menimbulkan kemacetan. Belum lagi, terkadang PKL meninggalkan tumpukan sampah di sisi jalan. Sehingga menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan kotor.

“Sebelum penertiban, kami sudah melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan surat teguran. Kalau sampai tiga kali surat kami tidak diindahkan, maka akan kita tindak tegas,” terangnya.

Yayan menyebut, pihaknya juga telah meminta PKL agar berjualan di tempat semestinya serta tidak menggunakan fasilitas umum (fasum) seperti trotoar dan bahu jalan. Menurutnya, pedagang tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Saat ini pendataan PKL masih terus berjalan, yang jelas jumlahnya ratusan. Mudah-mudahan sebelum dilakukan penertiban, mereka sudah meninggalkan lapak atas kesadaran sendiri,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :