Kepala DPUPR Kota Depok, Manto.

depok.go.id-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok akan mematangkan kajian untuk perluasan Jembatan Depo Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung. Kajian dan Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut akan dibuat pada Anggaran Biaya Tambah (ABT) tahun 2018.

“Kami akan buat kajian dan DED pada ABT 2018. Nantinya dalam kajian tersebut akan dibahas berapa anggaran untuk pembebasan lahan, berikut fisik pembangunannya yang rencananya akan dilaksanakan pada 2019,” ujar Kepala DPUPR Kota Depok, Manto, di ruang kerjanya, Jumat (27/07/18).

Dikatakannya, DPUPR akan membuat jalan pendamping di Jembatan Depo tersebut. Mengingat untuk melakukan pelebaran jembatan, dibutuhkan konstruksi yang cukup rumit. Sehingga jembatan pendamping menjadi solusi mengatasi kemacetan akibat penyempitan jalan.

“Nanti ada dua jembatan yang bisa dilewati dari utara ke selatan, maupun sebaliknya. Anggaran yang diusulkan kurang lebih Rp 1,5 miliar khusus untuk pembangunan fisik beserta upritannya. Untuk pembebasan lahan, akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, “ jelasnya.

Warga RT 01/RW 04 Kelurahan Ratujaya, Noval Diansyah, mengaku senang dengan rencana perluasan Jembatan Depo. Sebab, jembatan tersebut menjadi jalan utama menuju jantung Kota Depok yaitu Margonda.

“Alhamdulillah, akhirnya ada rencana pelebaran jembatan. Kami (warga) menyambut baik, mudah-mudahan kegiatan fisiknya segera terealisasi,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :