Para pengunjung tengah membeli produk-produk IKM Kota Depok di ICE 2018. (Pipin/Diskominfo) .

depok.go.id – Keikutsertaan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam ajang Indonesia City Expo (ICE) 2018 di Tarakan, Kalimantan Utara berbuah manis. Pasalnya, dalam tiga hari saja, omzet stan Kota Depok berhasil tembus di angka Rp78 juta. Jumlah ini akan terus bertambah, seiring masih adanya kesempatan penjualan hingga Sabtu (28/07/2018) besok.

“Sampai penjualan di hari ketiga kemarin, produk dari Industri Kreatif Menengah (IKM) Depok sudah mencapai Rp 78.360.000. Tentu omzetnya akan terus bertambah karena besok hari terakhir,” kata Kabid Perdagangan Disdagin Kota Depok, Anim Mulyana kepada depok.go.id, di halaman Taman Berkampung Tarakan, Jumat (27/07/2018).

Anim menuturkan, ada empat pelaku usaha IKM yang terlibat dalam pameran produk di ICE 2018. Keempat orang ini, membawa produk-produk berupa kerajinan (craft) dan fesyen. Meski demikian, imbuhnya, produk yang dibawa juga ada yang titipan dari pelaku IKM lainnya.

Dari Rp78 juta tersebut, kata Anim, berasal dari D’Nayya dan Hegira sebesar Rp15.555.000, Rumah Cantik Sakinah sebesar Rp43.240.000, Pury Ambary sebesar Rp4.800.000, dan Citra Handycraft sebesar Rp14.765.000. Adapun keuntungan dari hasil penjualan tersebut, katanya, murni untuk pelaku IKM dan anggota yang menitipkan barangnya.

“Pemkot Depok berkewajiban memfasilitasi para pelaku IKM lewat promosi dan pembinaan, agar produk yang dihasilkan lebih berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Herawati selaku pemilik bisnis Rumah Cantik Sakinah WG berterima kasih atas kesempatan yang diberikan Pemkot Depok untuk mempromosikan produknya di ICE 2018. Dirinya membawa baju-baju sekitar 80 buah dan ratusan asesoris seperti cincin, kalung, serta bros hasil dari produksi sendiri.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk ikut ajang pameran ini. Hasilnya berbuah positif. Barang dagangan saya dibeli dan disenangi banyak orang. Bahkan bertambah pelanggan saya, tidak sedikit ada yang pesan secara langsung dan pelunasan akan dilakukan setelah bajunya selesai dibuat,” tutupnya.

 

Penulis : Pipin Nurullah
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :