Executive Director BMP Yayasan Unilever Indonesia, Salahudin Hakim memberikan pengarahan terkait PHBS pada ratusan guru SD di Kota Depok. (Pipin/Diskominfo)

depok.go.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok berkomitmen mewujudkan sekolah sehat melalui berbagai sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Bukan hanya kegiatan yang digagas dari internal Disdik, pihaknya juga terbuka dengan berbagai elemen untuk mensosialisasikan PHBS.

Seperti yang dilakukan salah satu perusahaan swasta terbesar, PT Unilever Indonesia yang menggagas Pelatihan Sekolah Sehat (PSS) untuk memberikan tambahan wawasan bagi para tenaga pendidik di Depok. Kegiatan kali keempat ini diikuti 106 SD sederajat se-Kota Depok.

“Sekolah-sekolah di Kota Depok penting mengikuti kegiatan pelatihan ini. Antara lain untuk mendapatkan tambahan wawasan terkait konsep dasar PHBS,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian SD, Suhyana usai membuka kegiatan di Aula Perpustakaan Kota Depok, Selasa (27/08/2019).

Dikatakannya, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin tercetak para trainer sekolah sehat (kader) yang siap mensosialisasikan PHBS, baik di sekolahnya maupun lingkungan lain. Sebab, para peserta ini bisa menjadi motor penggerak implementasi PHBS.

Menurutnya, selain menggandeng pihak luar, Disdik juga melakukan berbagai upaya lain untuk meningkatkan kesadaran terhadap sekolah sehat. Bukan hanya dengan melakukan sosialisasi, tetapi turut melakukan pendampingan ke sekolah secara intensif melalui pengawas pembina.

“Bagi sekolah yang masuk kategori sekolah sehat, kami ikut sertakan dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) jenjang provinsi dan nasional. Untuk itu, kami harap menjadi motivasi pihak sekolah untuk membudayakan PHBS secara komprehensif,” jelasnya.

Sementara itu, Executive Director Bina Masyarakat Peduli (BMP) Yayasan Unilever, Salahudin Hakim menuturkan, peserta mendapat materi berupa tujuh PHBS di sekolah. Antara lain mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan.

Kemudian, cara menyikat gigi dengan benar, mengonsumsi jajanan sehat. Tak hanya itu juga sosialisasi pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah (DBD).

Lebih lanjut, Hakim menuturkan, pihaknya secara intensif akan melakukan pendampingan selama 21 hari. Selain itu, sebanyak 10 persen dari jumlah peserta, menjadi percontohan untuk divisitasi.

“Kami akan membuat grup whatsapp untuk berbagi informasi antar peserta. Selain itu, pemberian materi juga dilakukan lewat daring dengan memanfaatkan website seminar online webinar agar lebih efektif,” pungkasnya.

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :