Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) No Tobacco Community (NOTC) secara simbolis menutup iklan rokok dan menyerahkan surat edaran Walikota tentang larangan display penjualan rokok, di Carefour, ITC Depok, Kamis (27/09/18). (Foto : Asyril/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok serius melakukan upaya pengendalian tembakau, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghentikan peredaran iklan rokok berbentuk baliho, spanduk, dan pajangan produk sejak tahun 2014 hingga hari ini dengan menyasar retail modern dan pasar tradisional.

“Langkah awal penutupan pajangan produk rokok adalah di retail modern dahulu, mengingat retail modern ada pimpinan pusatnya. Setelah itu akan kami sosialisasikan ke warung-warung tradisional,” ujar Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, usai melakukan penutupan pajangan produk rokok di salah satu pusat perbelanjaan modern di Kota Depok, Kamis (27/09/18).

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, May Haryanti menuturkan, adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) membuat jumlah perokok menurun di Depok. Jika pada tahun 2017 tercatat terdapat 69 persen rumah tangga yang merokok, maka pada 2018 ini menurun menjadi 67,54 persen.

“Harus kita sadari, rokok mengandung 4.000 racun di dalamnya. Jika kita merokok berarti kita harus siap dengan segala akibat penyakit yang ditimbulkan seperti jantung, kanker otak, kanker paru, bronkitis,” tutur May.

Dirinya berharap, larangan pajangan penjualan rokok ini, dapat menyentuh hingga ke warung-warung kecil di sekitar sekolah. Idealnya sesuai dengan Perda KTR, 300 meter dari sekolah harus terbebas dari lokasi penjualan rokok.

“Ini akan terus kami awasi. Tentunya kami berharap areal sekitar sekolah dapat steril dari penjualan rokok. Selain mencegah orang yang sudah terbiasa merokok, kami juga fokus pada pencegahan anak mulai merokok di usia muda,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :