depok.go.id – Setelah beberapa hari lalu kedua pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok melakukan debat publik dalam rangka penyampaian visi misi, tadi malam, Kamis (26/11/15) kedua Paslon kembali melakukan debat publik dalam hal memperdalam serta menggali bagaimana cara untuk memajukan dan menyelesaikan persoalan daerah di Studio JakTV, Jakarta.

Perlu diketahui, dalam Pilkada serentak yang digelar 9 Desember mendatang, Kota Depok memiliki dua Paslon. Adapun untuk pasangan calon nomor urut pertama adalah Dimas Oki Nugraha dan Babai Suhaemi, sedangkan untuk pasangan calon nomor urut kedua diduduki oleh Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna.

Debat yang berlangsung secara terbuka tersebut terdiri dari enam sesi dengan dipandu oleh moderator dari pengamat sosial, Effendi Gazali. Adapun beberapa tahap yang diikuti yaitu memberikan pemaparan visi dan misi yang diusung, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator, kedua Paslon saling mengutarakan pertanyaan dan menjawab, melakukan debat dengan bertanya-jawab, menanggapi dan berargumen, serta memberikan kata penutup.

Pertanyaan yang dilontarkan seputar persoalan kemacetan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang minim, angka kriminalitas yang meningkat serta masalah sampah yang belum teratasi.

Kedua paslon dengan lantang menjawab setiap pertanyaan moderator. Pasangan calon nomor urut satu lebih mempermasalahkan penumpukan kendaraan di Jalan Margonda hingga menjadi faktor utama kemacetan.

“Untuk itu kami akan tata kelola jalan utama di Margonda agar lebih nyaman. Bahkan jika perlu kami akan bekerjasama dengan negara lain yang lebih dulu maju dalam hal pembuatan transportasi massal,” ujar Dimas meyakinkan para penonton yang sedang menyaksikan debat.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut dua berjanji akan melakukan betonisasi jalan agar menyeluruh serta memperbaiki transportasi massal agar lebih nyaman.

“Kami akan melakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk menjadikan Depok outer ring road. Untuk permasalahan sampah, kami akan memberdayakan Unit Pengolahan Sampah (UPS) agar dapat memilah sampah sebelum dibuang,” tutur Idris.

Suasana semakin alot, tatkala masing-masing Paslon melempar pertanyaan, namun dengan rasa percaya diri, semua pertanyaan dapat dijawab dengan maksimal.

Adanya debat terbuka ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pendidikan mengenai visi dan misi kedua Paslon, sehingga pada 9 Desember mendatang dapat memberikan aspirasinya. Tentunya dengan pilihan yang tepat, yang mampu membawa Depok lebih baik selama lima tahun ke depan. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :