Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok sudah mempersiapkan anggaran tunjangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan untuk guru honorer. Kebijakan yang akan dimulai pada tahun 2020 guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Kita sudah siapkan anggarannya di tahun 2020. Guru honorer akan mendapatkan tunjangan kesehatan,” tegas Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin, di Balai Kota Depok, belum lama ini.

Lebih lanjut, ucapnya, pembayarannya sendiri terbagi menjadi dua bagian, ada kewajiban pemberi kerja dan penerima kerja. Dalam hal ini, sambungnya, Pemkot Depok memiliki kewajiban membayar sebesar empat persen dan satu persennya lagi dari peserta sendiri.

Thamrin menuturkan, jumlah guru honorer di Kota Depok sekitar 2.200 orang. Angka ini, imbuhnya, termasuk dengan tenaga kependidikan seperti Tata Usaha (TU) dan operator.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD, Sada menambahkan, selain tunjangan kesehatan, para guru honor ini juga difasilitasi untuk mendapatkan tunjangan ketenagakerjaan. Bedanya, kuota besaran pembayaran BPJS Ketenagakerjaan tergantung pada besaran gaji yang diterima.

“Jadi tidak berstandar pada besaran Upah Minimun Regional (UMR),

Dikatakannya, untuk pembayaran ketenagakerjaan itu dari peserta anggota atau guru honorer. Menurutnya, hanya sekitar 0,24 persen dari besaran gaji yang mereka terima.

“Namun demikian, kami masih menghitung besaran anggaran tunjangan ini. Jika akumulasinya cukup tersedia maka untuk BPJS Ketenagakerjaan pun, bisa kita fasilitasi dari Pemkot,” tutupnya.

 

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :