depok.go.id-Sebanyak 12 desainer Kota Depok unjuk kebolehan dalam merancang pakaian Muslim di ajang Depok Fashion Festival (DeFF) 2019. Uniknya, para peserta dituntut membuat gaya busana kekinian berbahan batik khas Depok.

Kegiatan bertema Moeslim D’Light yang diinisiasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok tersebut, digelar untuk merayakan hari jadi Kota Depok ke-20.

“Melalui kegiatan ini para perancang pakaian di Kota Depok diharapkan semakin terasah keterampilannya, sehingga bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kepala Disdagin Kota Depok, Kania Parwanti, di Pesona Square Depok, Minggu (28/04/2019).

Dikatakan Kania, ada tiga sektor industri kreatif penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Depok. Yaitu kerajinan tangan (craft), kuliner (food), dan fesyen (fashion).

“Dalam perayaan hari jadi Kota Depok, Festival Craft dan Kuliner sudah digelar, kali ini giliran fesyen. Sekaligus memperkenalkan motif batik khas Depok kepada masyarakat,” katanya.

Adapun 12 peserta DeFF 2019 yang secara langsung mengambil tema-tema Depok, di antaranya Peni Adiyati dengan tema gong si bolong beraksi, Sri Rahayu dengan tema alam Depok, dan Latifah dengan tema Depok ethnic touch. Sementara untuk Liana Dewi, Riska Novianti, atau Rosmawary memilih tema-tema umum dalam hasil desainnya.

Kreativitas desain busana Muslim peserta, diapresiasi salah seorang dewan juri DeFF 2019, Wawan Suharto. Menurut perancang sekaligus koreografer fesyen ini, tidak mudah menjadi seorang desainer, karena hasil desainnya harus sama dengan yang ada di sketsa. Sementara tidak semua pakaian bisa dibuat sama seperti sketsanya.

“Saya lihat para desainer dari Kota Depok memiliki prospek yang bagus. Karena mereka memiliki sentuhan karya yang khas. Mudah-mudahan dengan sering mengikuti perlombaan seperti ini, di Kota Depok muncul generasi penerus yang lebih baik lagi,” ucapnya.

 

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Dunih

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :