Seorang guru di SDN 3 Beji menunjukkan dompet anyam kreasi seni decoupage. (Pipin/Diskominfo)

depok.go.id-Tisu dan daun pandan adalah dua hal yang berbeda. Namun, di tangan Kelompok Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Beji, kedua benda tersebut bisa menyatu menjadi kerajinan decoupage yang menarik minat pengunjung Depok Edu Festival (DEFest) di Balai Kota.

“Seni decoupage ini bisa kita aplikasikan dengan membuat kipas, toples, kotak penyimpanan, bahkan tas. Masing-masing memiliki tingkat kerumitannya sendiri,” kata perajin decoupage, Hanifah kepada depok.go.id, Minggu (28/04/2019).

Hanifah yang juga guru di SD Negeri (SDN) 3 Beji ini menuturkan, tisu yang dipakai langsung didatangkan dari Eropa. Bentuknya seperti tisu makanan, namun memiliki tekstur yang lebih lembut dan warnanya beragam.

Secara konsep, Hanifah menerangkan, dirinya membuat terlebih dahulu pola (gambar) dasar, berupa gambar bunga atau tumbuhan lainnya. Sebelumnya juga, dirinya menganyam objeknya terlebih dahulu, seperti kipas, toples, dompet, kotak penyimpanan, atau tas.

Kemudian, sambungnya, tisu ditempelkan kepada anyaman tersebut. Dirinya menambahkan, untuk lem yang digunakan bukan lem biasa, tetapi lem khusus seni decoupage.

“Di sini, kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat terkait decoupage. Karena secara produk juga bagus dan tahan lama. Kalaupun dijual, harganya cukup terjangkau,” ucapnya.

Penulis: Pipin Nurullah

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :