DKPPP bekerja sama dengan BBP2HP melakukan uji kandungan formalin pada ikan di lima pasar, di Aula Lantai 10, Balai Kota Depok.

depok.go.id-Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok memastikan keberadaan ikan yang ada di lima pasar tradisional aman dikonsumsi. Kepastian ini didapat berdasarkan hasil uji sampel laboratorium yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Belum lama ini kami menguji sampel ikan segar dan olahan ikan yang berada di lima pasar, di antaranya Pasar Kemiri, Pasar Agung, Pasar Sukatani, Pasar Cisalak dan Pasar Tugu. Alhamdulillah, tidak ada kandungan berbahaya,” ujar Kepala Bidang Perikanan DKPPP Kota Depok, Ita Wilda, Sabtu (28/07/18).

Diakuinya, untuk keamanan ikan segar dan olahan kerap dilakukan uji laboratorium setiap tahunnya, bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) di Cipayung, Jakarta Timur. Hasilnya tidak pernah ditemukan ikan yang mengandung formalin maupun boraks.

“Setiap tahun rutin kita uji dan tidak ada kandungan atau bahan berbahaya di dalamnya. Pedagang ikan di Kota Depok mengambil ikan dari Muara Angke dan Muara Baru. Sistem nelayan di sana ketika ikan habis, baru mereka kembali ke laut. Tidak ada yang disimpan dalam waktu lama,” terangnya.

Adapun beberapa ikan yang diuji antara lain ikan kembung, baby tuna, kerang, ikan selar, tahu ikan olahan dan beberapa merek olahan ikan lainnya. Dirinya berharap, melalui uji sampel yang dilakukan secara berkala, dapat menekan kecurangan pedagang.

“Setiap tahun kita lakukan uji lab rutin, untuk mempersempit ruang gerak dari pedagang maupun produsen yang ingin berbuat curang,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :