Diarmansyah

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Diarmansyah . (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) secara rutin melakukan pendataan bagi warga pendatang non- permanen (penduduk musiman). Pendataan tersebut dilakukan baik untuk tertib administrasi, maupun untuk mencegah tindak kriminalitas seperti yang dilakukan geng motor baru-baru ini.

“Kita setiap tahun secara rutin melakukan pendataan ke lokasi-lokasi yang memang menjadi tempat tinggal bagi warga pendatang baru yang tidak berniat menetap, seperti kos-kosan, kontrakan, dan apartemen,” tutur Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Depok, Diarmansyah kepada depok.go.id, Kamis (28/12/17).

Selain itu, pihaknya juga secara rutin melakukan sinergitas dengan pihak terkait. Mulai dari kepolisian, camat, lurah hingga RT/RW untuk bekerja sama melakukan pengawasan dan pendataan bagi warga pendatang baru di wilayahnya masing-masing.

“Jadi, pengawasan dan pendataan penduduk itu tidak serta merta hanya oleh Disdukcapil, tetapi semua pihak terkait,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 10 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan menjelaskan, bagi pendatang baru wajib melapor selama 1 x 24 jam ke RT/RW. Sedangkan bagi yang sudah menetap selama 14 hari wajib mengurus Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) di kelurahan setempat.

“Kita memang hanya sebatas mengimbau saja, kalau ada warga yang ingin tinggal di Depok harus tertib administrasi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengawasan bila ada warga yang mengalami masalah, seperti kecelakaan atau lainnya,” tandasnya.

Penulis: Jose

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :